PAD Kalsel Ke Depan Disarankan Andalkan Kepariwisataan

oleh

Pendapatan asli daerah Kalimantan Selatan ke depan disarankan tak terfokus pada usaha pertambangan, tapi juga kepariwisataan, disamping sektor pertanian yang selama ini menjadi unggulan. <p style="text-align: justify;">Saran itu dari Ketua Komisi II bidang ekonomi keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Ihsanudin dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Banjarmasin, Rabu (29/12/2010), sebagai oleh-oleh studi banding ke Sumatera Selatan (Sumsel). <br /><br />Dalam studi banding ke "Bumi Sriwijaya" Sumsel pekan lalu, Ketua Komisi II DPRD Kalsel mengaku terkesan dengan program pembangunan daerah yang terkenal dengan Sungai Musi serta Jembatan Ampera tersebut. <br /><br />"Sumsel yang juga terkenal dengan pertambangan Bukit Asam, ke depan fokus pembangunan provinsi tersebut bidang kepariwisataan, selain menggalakan usaha perkebunan," ungkapnya didampingi H. Hasmy Fadillah Akbar, anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Partai Golkar. <br /><br />"Oleh karena itu, saya kira tak salah kalau Kalsel juga mencontoh Sumsel dalam upaya membuat terobosan mencari dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab Kalsel juga memiliki objek wisata yang cukup potensial," lanjutnya. <br /><br />Selain itu, memiliki jasa-jasa kepariwisataan tersebar pada 13 kabupaten/kota dan bisa dikembangkan untuk peningkatan PAD Kalsel, yang bekalangan ini andil terbesar dari hasil pertambangan, disamping Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. <br /><br />Menurut wakil rakyat dari PKS itu, Kalsel belum fokus dalam pembangunan bidang kepariwisataan, sehingga masih kecil kontribusinya terhadap PAD serta untuk kesejahteraan masyarakat setempat. <br /><br />Sementara bidang pertanian Kalsel yang juga memiliki potensi besar yaitu pada sub sektor perikanan dan kelautan. Sebagaimana Sumsel juga menjadikan sub sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu fokus pembangunan provinsi tersebut, demikian Ihsanudin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>