Paket Diduga Bom Gegerkan Warga Samarinda

oleh

Sebuah paket diduga bom yang ditemukan di atap garasi mobil rumah seorang pengacara, menggegerkan warga Samarinda, Kalimantan Timur, Senin. <p style="text-align: justify;">Puluhan personil Satuan Samapta Polresta Samarinda yang tiba di rumah pengacara di Jalan Pangeran Antasari Gang 4 RT 1 No 27 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu itu terlihat langsung memblokade areal tersebut.<br /><br />Kemudian mereka memasang garis polisi di rumah pengacara yang juga sebagai tempat praktek bidan Gustiana.<br /><br />Beberapa saat kemudian, Tim Gegana Brimob Polda Kaltim tiba di lokasi dan langsung mengidentifikasi benda mencurigakan tersebut.<br /><br />Tim Gegana Brimob Polda Kaltim juga terlihat sempat kesulitan mengavakuasi paket mencurigakan berbentuk bungkusan persegi panjang itu karena letaknya berada di atap rumah.<br /><br />Namun, setelah hampir setengah jam, tim Gegana Brimob Polda Kaltim akhirnya berhasil menurunkan paket sepanjang sekitar 50 hingga 70 centimeter itu kemudian memasukkan ke dalam tong bom.<br /><br />Paket tersebut kemudian dibawa ke markas Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim di Samarinda Seberang untuk diidentifikasi.<br /><br />Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi menyebutkan, paket diduga bom tersebut pertama kali diketahui seorang warga bernama Muhammad.<br /><br />"Saya menerima SMS dari nomer yang tidak dikenal yang menyebut, ada bom di rumah Bidan Gustiana di atas atap garasi berbentuk kotak di jalan P. Antasari Gang 4," ungkap Muhammad ditemui di sela-sela proses evakuasi paket mencurigakan tersebut.<br /><br />Tak berselang lama atau sekitar lima menit kemudian setelah menerima SMS ancaman itu, Muhammad mengaku menerima pesan singkat kedua dari nomer telepon selular tersebut yang berisi "Saya tahu anda berada di Jalan P Antasari Gang 4 dan saya bisa melacaknya, kalau tidak percaya, cek rumah Bidan Gustiana atau pengacara di atas atap garasi ada paket kotak." "Setelah menerima pesan kedua itu, saya langsung mengecek rumah Bidan Gustiana dan ternyata memang betul ada sebuah kotak di atas atap garasi rumah itu. Saya langsung melapor ke polisi dan menghubungi Aswanuddin," kata warga penerima pesan singkat ancaman bom tersebut.<br /><br />Sementara, pemilik rumah tempat ditemukannya paket mencurigakan itu yang juga berprofesi sebagai pengacara, Aswanuddin, mengaku tidak mengenal nomer telepon genggam pengirim pesan singkat berisi ancamam bom ke Muhammad tersebut.<br /><br />"Saya tahu ada paket itu dari pak Muhammad dan setelah saya pulang ternyata memang benar ada sebuah paket di atas garasi rumah saya," kata Aswanuddin.<br /><br />Pengacara itu mengaku tidak mengetahui motif teror bom yang dialamatkan kepadanya itu.<br /><br />"Saya tidak tahu dan tidak mengerti kenapa ada teror seperti ini sebab selama ini saya merasa tidak punya musuh dan tidak pernah menerima ancaman sebelumnya. Selama ini memang saya menangani banyak kasus, termasuk kasus korupsi dan arbitrase tetapi saya merasa itu tidak ada kaitan dengan ancaman ini," ungkap Aswanuddin.<strong> (das/ant)</strong></p>