Home / Tak Berkategori

Pangdam: Pembebasan Lahan Tugu Khatulistiwa Ada Mekanismenya

- Jurnalis

Selasa, 19 April 2011 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panglima Komando Daerah Militer XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Geerhan Lantara menyatakan, pembebasan lahan tanah milik TNI di kawasan Tugu Khatulistiwa ada mekanismenya. <p style="text-align: justify;">"Kami sudah duduk satu meja dengan Pemerintah Kota dan Gubernur Kalbar terkait pengembangan Tugu Khatulistiwa," kata Geerhan Lantara di Pontianak, Selasa.<br /><br />Menurut dia, masih belum selesainya persoalan itu jangan dianggap kendala, namun ada mekanisme yang harus dilalui.<br /><br />"Sebab, kalau disebut kendala berarti ada yang menghalangi. Saya sangat senang ada pembangunan di Kota Pontianak," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, pengembangan Tugu Khatulistiwa hingga kini masih terganjal masalah pembebasan lahan yang saat ini statusnya milik TNI AD.<br /><br />"Berbagai upaya telah kami lakukan untuk pembebasan lahan Tugu Khatulistiwa, mulai dari pengajuan surat permohonan ke Menteri Pertahanan, Kodam XII Tanjungpura dan termasuk ke Komisi X DPR RI," katanya.<br /><br />Pemerintah Kota Pontianak menurut dia, siap membeli lahan itu atau pun sistem pinjam pakai. "Tetapi hingga kini pihak TNI AD belum juga merespon keinginan itu," kata Sutarmidji.<br /><br />Malah menurut Wali Kota Pontianak, anggaran untuk pengembangan kawasan Tugu Khatulistiwa sudah ada tetapi tidak bisa dikucurkan akibat belum jelasnya status tanah itu.<br /><br />"Bagaimana kami mau membangun kalau status tanahnya masih tidak jelas. Berurusan dengan instansi pemerintah lebih sulit dibanding dengan masyarakat," katanya.<br /><br />Benda tanpa bayangan adalah sebuah fenomena langka di dunia, hanya bisa dilihat dua kali dalam satu tahun di sejumlah negara yang dilintasi garis khatulistiwa, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.<br /><br />Selain di Indonesia, fenomena Kulminasi Matahari itu ditemukan di Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, Somalia, Ekuador, Peru, Kolumbia, dan Brasil.<br /><br />Di kawasan nusantara, garis khatulistiwa yang membelah bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan berada di tujuh provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Maluku, Papua, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalbar yang melewati kota Tayan, Sekadau, Nanga Dedai, dan Pontianak.<br /><br />Tugu Khatulistiwa merupakan ciri khas Kota Pontianak yang memiliki tinggi 15,25 meter dari permukaan tanah. Tugu Khatulistiwa atau "Equator Monument" berada di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia
Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim
Bupati Sintang Buka Turnamen Sepakbola Garuda Championship 2026, Diikuti 17 Tim
Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan
Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:45 WIB

Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:00 WIB

Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:49 WIB

Bupati Sintang Buka Turnamen Sepakbola Garuda Championship 2026, Diikuti 17 Tim

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:21 WIB

Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Berita Terbaru

Kalimantan

Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim

Sabtu, 17 Jan 2026 - 12:00 WIB