Pasca Kebakaran Siswa Muhammadiyah Sampit Terpaksa Menumpang

oleh

Pasca kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan gedung di kompleks perguruan Muhammadiyah di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tenbgah, para siswa SMP dan SMA Muhammadiyah terpaksa menumpang di gedung SD Negeri. <p style="text-align: justify;">Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN-3 Mentawa Baru Hulu untuk 370 siswa SMP, dan 150 siswa SMA menggunakan gedung SMA-1 Sampit, kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur, M Taufiq Mukri, di Sampit, Sabtu. <br /><br />Sedangkan untuk pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Sampit sebanyak 150 siswa proses belajar mengajarnya akan menggunakan gedung SMA-1 Sampit. <br /><br />Ia mengatakan, penggunaan gedung sekolah SDN-3 Mentawa Baru Hulu Ketapang dan SMA-1 Sampit sifatnya hanya sementara dan selama pelaksanakan ulangan umum. <br /><br />Menurut Taufiq Mukri, setelah ulangan umum selesai, nantinya proses belajar mengajar mereka akan pindah lagi. <br /><br />?Berdasarkan hasil rapat internal pengurus Muhammadiyah Sampit, proses belajar mengajar pelajar SMP Muhammadiyah akan dipindahkan di SMK Muhammadiyah Sampit jalan Kihajar Dewantara,? katanya. <br /><br />Untuk pelajar SMA nantinya akan dipindahkan di Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Pendidikan (STIKIP) Muhammadiyah Sampit. <br /><br />Sementara dalam kebarakan yang yang terjadi pada Jum?at (17/12) siang lalu, api menghanguskan 11 ruang kelas SMP dan enam ruang kelas SMA. <br /><br />Kobaran api juga membakar sebuah masjid, satu ruang perpustakaan, satu ruang multi media, dua rumah pengurus yayasan Muhammadiyah, satu ruang asrama siswa, sebuah kios foto copy milik sekolah dan tujuh rumah warga. <br /><br />Akibat kebaran itu jumlah kerugian masih belum bisa dipastikan yang jelas nilainya mencapai miliaran rupiah. <br /><br />Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Timur AKP Wahyu Rohadi mengatakan, hingga saat ini asal api masih belum bisa dipastikan dan dalan kejadian ini masih blum ada saksi yang diperiksa. <br /><br />"Penyebab terjadinya kebakaran dan asal api masih dalam penyelidikan dan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengetahui asal api dan penyebabnya," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>