Pasokan Minyak Di Nilai Tak Terpengaruh Konflik TimTeng

oleh

Lembaga konsultan bisnis, Frost & Sullivan menilai, pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak Indonesia sepanjang tahun 2011 tidak terpengaruh konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. <p style="text-align: justify;">Lembaga konsultan bisnis, Frost & Sullivan menilai, pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak Indonesia sepanjang tahun 2011 tidak terpengaruh konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.<br /><br />Peneliti Frost & Sullivan Subramanya Bettadapura di Jakarta, Rabu, mengatakan, sebagian besar pasokan minyak dan BBM Indonesia berasal dari Arab Saudi dan Singapura dan tidak dari negara yang tengah dilanda konflik.<br /><br />"Indonesia juga mempunyai perjanjian tambahan pasokan minyak dan BBM dari negara tetangga jika situasi Timur Tengah memburuk," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, saat harga minyak tinggi sekarang ini, Indonesia harus meningkatkan produksi minyak seperti memaksimalkan sumur tua.<br /><br />Pada kondisi Timur Tengah dan Afrika Utara seperti sekarang ini, lanjutnya, harga minyak diperkirakan mencapai 120 dolar AS per barel dalam 1-2 bulan mendatang.<br /><br />Secara umum, Bettadapura juga menambahkan, terdapat empat skenario harga minyak yang tergantung perkembangan situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara.<br /><br />Keempat skenario itu adalah skenario terburuk jika konflik meluas hingga ke Arab Saudi, akan membuat harga minyak melonjak hingga 175 dolar AS per barel.<br /><br />Skenario kedua adalah ketidakstabilan politik tetap berlanjut yang akan menyebabkan harga minyak mencapai 125 dolar per barel.<br /><br />Sedang, skenario ketiga adalah konflik mereda, sehingga harga minyak diperkirakan mencapai 100 dolar per barel.<br /><br />"Skenario terakhir yakni konflik mereda dan ditambah lagi permintaan menurun akibat melemahnya ekonomi dunia, sehingga harga minyak menjadi 75 dolar AS per barel," katanya.(Eka/Ant)</p>