PDAM Tabalong Manfaatkan Modal Untuk Tingkatkan Kapasitas

oleh

Perusahaan daerah air minum Tabalong, Kalimantan Selatan akan memanfaatkan semaksimal mungkin penyertaan modal 2010 untuk meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih. <p style="text-align: justify;">Direktur PDAM Tabalong H. Jumian di Tanjung, Rabu (08/12/2010) mengatakan, penyertaan modal mencapai Rp4 miliar masing-masing dari APBD kabupaten Rp1,5 miliar dan Rp2,5 miliar APBD provinsi sepenuhnya digunakan bagi peningkatan kapasitas pelayanan air bersih di Bumi Sarabakawa termasuk pembenahan sistem perpipaan.<br /><br />"Tahun ini penyertaan modal dari APBD kabupaten mencapai Rp1,5 miliar dan sudah kita gunakan untuk pembangunan fisik berupa penambahan kapasitas pengolahan air sedangkan dana dari APBD provinsi hingga kini belum dicairkan dan rencanannya direalisasikan akhir Desember," katanya.<br /><br />Besarnya dana penyertaan modal dari APBD provinsi tidak berbeda dari tahun sebelumnya dan dialokasikan berdasarkan usulan masing-masing PDAM melihat jumlah pelanggan masing-masing kabupaten/kota.<br /><br />"Dibanding PDAM Bandarmasih Banjarmasin dan Intan Banjar dana penyertaan modal yang kita terima memang lebih kecil karena menyesuaikan anggaran provinsi serta jumlah pelanggan," tambahnya.<br /><br />Hingga kini jumlah pelanggan PDAM Tabalong baru sekitar 12 ribu dan ditargetkan 2011 mengalami peningkatan 500 pelanggan.<br /><br />Karena itu PDAM Tabalong terus membenahi serta meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih diantaranya dengan penggantian pipa di sejumlah instalasi pengolahan air seperti di Kelurahan Belimbing.<br /><br />"Kita juga melakukan pemasangan pipa baru ukuran 5 inci di wilayah Simpang Empat Tanjung Selatan sehingga bisa melayani pelanggan baru dan targetnya 2011 jumlah pelanggan mencapai 12.500," jelasnya.<br /><br />Sementara itu PDAM Tabalong masih memberlakukan tarif lama yakni Rp2.200 permeter kubik dan rencananya akan dilakukan kenaikan tarif sebesar 10 persen.<br /><br />Dibanding biaya produksi perkubik tarif yang diberlakukan saat ini masih kurang dan PDAM Tabalong baru bisa mencukup biaya produksi jika tarif yang diberlakukan lebih dari Rp3.864 permeter kubik.<br /><br />"Perbandingan seluruh komponen biaya dan jumlah air yang terjual dalam satu bulan seharusnya bisa mencukupi biaya produksi faktanya dengan tarif masih di bawah Rp3.000 permeter kubik PDAM kita masih belum untung," ujarnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>