Pelaku Teror Bom Palsu Di Tangkap

oleh

Kepolisian Sektor Semarang Tengah menangkap seorang pelaku teror bom palsu yang sempat meresahkan sejumlah orang di Toko Buku Gramedia Jalan Pandanaran Semarang. <p style="text-align: justify;">Kepolisian Sektor Semarang Tengah menangkap seorang pelaku teror bom palsu yang sempat meresahkan sejumlah orang di Toko Buku Gramedia Jalan Pandanaran Semarang.<br /><br />"Pelaku teror yang bekerja sebagai kurir jasa pengiriman barang NCS yang telah diamankan tersebut bernama Dani Aryawan (30), warga Jalan Brotojoyo Utara Nomor 42 A RT 06 RW 02 Semarang Utara," kata Kepala Polsek Semarang Tengah, Komisaris Prayitno, di Semarang, Selasa.<br /><br />Ia mengatakan, penangkapan bermula saat salah seorang petugas keamanan Toko Buku Gramedia, Muhrozi (45), menerima sebuah paket berbentuk selongsong dengan panjang sekitar 50 centimeter dari sebuah bank di Jakarta, sekitar pukul 15.00 WIB.<br /><br />Dalam paket yang dikirim melalui jasa pengiriman barang NCS di Jalan Tegalsari Raya Semarang tersebut terdapat tulisan tangan "Bom Kecil Selongsong Panjang, Meledak Jam 12.00 WIB".<br /><br />"Mengetahui tulisan itu, petugas keamanan kemudian mengamankan paket yang diantar seorang kurir bernama Hery (40) dan melaporkan hal tersebut ke pihak pengelola toko buku dan diteruskan ke kepolisian," katanya.<br /><br />Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan Dani di kantor NCS dan mengaku telah menulis kalimat ancaman ledakan bom di paket yang dikirim ke Toko Buku Gramedia.<br /><br />Di hadapan polisi, Dani yang sudah bekerja di jasa pengiriman barang NCS selama 3,5 tahun tersebut mengaku hanya iseng ketika menulis ancaman ledakan bom dan tidak memikirkan akibatnya.<br /><br />"Saya waktu menulis hanya iseng Pak dan hal itu juga diketahui rekan-rekan sekerja," kata Dani yang juga mengaku menyesal.<br /><br />Keterangan Dani mengenai alasan menulis ancaman ledakan bom tersebut dibenarkan oleh Hery yang juga ikut diamankan polisi.<br /><br />Hingga saat ini pelaku teror bom palsu masih menjalani pemeriksaan intensif di Markas Polsek Semarang Tengah untuk mengetahui motif yang sebenarnya.<br /><br />Pada kesempatan tersebut, Prayitno mengimbau kepada masyarakat agar tidak resah terkait dengan maraknya ancaman bom dalam beberapa waktu terakhir ini.<br /><br />Masyarakat juga diimbau agar segera melapor kepada polisi jika menemukan sesuatu yang mencurigakan agar bisa ditindaklanjuti dan dilakukan langkah-langkah pengamanan. (Eka/Ant)</p>