Home / Tak Berkategori

Pelelangan Berjalan Tak Lancar

- Jurnalis

Jumat, 24 Juni 2011 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kubu Raya Agus Sudarmansyah menyayangkan belum efektifnya proses pelelangan yang dilakukan oleh setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) setempat. <p style="text-align: justify;"><br />"Untuk itu kita berharap, memasuki pertengahan tahun 2011 ini, seluruh SKPD yang melaksanakan proses pelelangan, diharapkan segera merampungkannya. Sebab, berbagai kendala pasti dapat menghambat pengerjaan karena berkurangnya waktu tersisa pada tahun ini," kata Agus di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Dia mengatakan, jika melihar proses pelelangan proyek pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan pelelangan pada tahun ini sangat lambat.<br /><br />Adanya perubahan dari Keppres 80 ke Keppres 54 mungkin menjadi penyebab terlabatnya proses lelang tersebut. "Namun alasan tersebut tentu tidak akan berlaku karena waktu terus berjalan," tuturnya.<br /><br />Dengan adaya perubahan dari manual ke online untuk proses pelaksanaan lelang, Kubu Raya mungkin masih perlu banyak persiapan. Baik dari sarana dan prasarana hingga Sumber Daya Manusianya sendiri.<br /><br />Belum lagi dengan kondisi Kubu Raya yang baru dimekarkan, memang memerlukan banyak adaptasi dengan sistem baru itu.<br /><br />Namun dia berharap agar setiap SKPD di Kubu Raya bisa menyadari akibat dari terlambat yang terjadi, dikhawatirkan banyak pekerjaan nantinya yang terkesan terburu-buru dilakukan karena permasalahan terbatasnya waktu. Dan yang paling dikhawatirkan adalah Dinas Cipta Karya dan Bina Marga yang diketahui memiliki banyak item pelelangan.<br /><br />Jika tidak cermat, sejumlah pekerjaan yang terkesan terpaksa pastinya akan berdampak pada kualitas pekerjaan itu juga.<br /><br />"Hal-hal inilah yang selalu menjadi masalah didepan, ketika suatu pekerjaan diberikan dengan tidak cukup waktu. Belum lagi dengan pekerjaan yang bersifat pembangunan di tempat terbuka, jalan dan hal lainnya," kata Agus.<br /><br />Akibatnya akan banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan bestek. Yang terparah justru bisa mengancam keselamatan pengguna jika dikemudian hari beton malah rusak sebelum waktunya, katanya.<br /><br />"Hal-hal seperti ini jelas tidak diinginkan. Tetapi kondisi tersebut juga terjadi akibat dari hal yang serupa," tuturnya.<br /><br />Selain itu, tidak cukupnya waktu juga bisa membuat anggaran yang dialokasikan tidak bisa terserap dengan sempurna. Hal ini jelas akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah Kubu Raya ke depannya dimata pemerintah pusat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru