Para pengambil kebijakan di Provinsi Kalimantan Selatan, diminta untuk mempertimbangkan antisipasi dini dampak negatif dari perubahan iklim dan memberikan porsi ketersediaan ruang terbuka hijau. <p style="text-align: justify;">Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah di Banjarmasin, Rabu (23/03/2011), sehubungan terjadinya perubahan iklim belakangan yang tidak lagi bisa diprediksi.<br /><br />"Walau kawasan permukiman padat penduduk, ketersediaan ruang terbuka hijau mutlkan diperlukan sebagai salah satu antisipasi dampak buruk dari perubahan iklim," tandas wakil rakyat asal Partai Golkar tersebut.<br /><br />Oleh karena itu, pensiunan perwira menengah TNI-AD tersebut menyatakan sependapat dan aprisiasi dengan kebijakan pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, yang mensyaratkan setiap pembangunan harus menyediakan minimal 30 persen ruang terbuka hijau.<br /><br />"Mungkin kebijakan pemerintah DKI Jaya itu patut diikuti Kalsel, terutama Kota Banjarmasin, guna kenyamanan dan kesegaran warga masyarakat," lanjutnya saat menerima Jurnalist Parliament Community (JPC) di provinsi tersebut.<br /><br />"Sebab hijaunya tanaman atau pepohonan akan menyerap CO2 (Carbon dioksida) yang mencemari udara dan merupakan limbah industri serta kendaraan bermotor atau sejenisnya," demikian Nasib Alamsyah.<br /><br />Sebelumnya Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Kalsel, menyatakan, perubahan iklim yang merupakan globle warning belakangan terasa dan terlihat dampak negatif di semua belahan dunia, termasuk Indonesia dan khususnya Kalsel.<br /><br />Guna mengurangi dampak negatif perubahan iklim tersebut, personel DNPI Kalsel masing-masing Prof Udiansyah dan Swary Utami Dewi menganjurkan, antara lain agar masyarakat menggunakan enegeri yang terbaharukan.<br /><br />Selain itu, menggunakan energi yang tidak berdampak pencemaran udara serta pada kerusakan lingkungan, seperti di China belakangan mulai mengembangkan tenaga pembangkit/energi dengan kincir angin.<br /><br />Sedangkan di Indonesia antara lain melakukan gerakan penanaman satu miliar pohon guna menghadapi dampak buruk dari perbuhan iklim. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














