Home / Tak Berkategori

Pembangunan Kalsel Saatnya Perhatikan Ruang Terbuka Hijau

- Jurnalis

Rabu, 23 Maret 2011 - 02:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pengambil kebijakan di Provinsi Kalimantan Selatan, diminta untuk mempertimbangkan antisipasi dini dampak negatif dari perubahan iklim dan memberikan porsi ketersediaan ruang terbuka hijau. <p style="text-align: justify;">Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah di Banjarmasin, Rabu (23/03/2011), sehubungan terjadinya perubahan iklim belakangan yang tidak lagi bisa diprediksi.<br /><br />"Walau kawasan permukiman padat penduduk, ketersediaan ruang terbuka hijau mutlkan diperlukan sebagai salah satu antisipasi dampak buruk dari perubahan iklim," tandas wakil rakyat asal Partai Golkar tersebut.<br /><br />Oleh karena itu, pensiunan perwira menengah TNI-AD tersebut menyatakan sependapat dan aprisiasi dengan kebijakan pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, yang mensyaratkan setiap pembangunan harus menyediakan minimal 30 persen ruang terbuka hijau.<br /><br />"Mungkin kebijakan pemerintah DKI Jaya itu patut diikuti Kalsel, terutama Kota Banjarmasin, guna kenyamanan dan kesegaran warga masyarakat," lanjutnya saat menerima Jurnalist Parliament Community (JPC) di provinsi tersebut.<br /><br />"Sebab hijaunya tanaman atau pepohonan akan menyerap CO2 (Carbon dioksida) yang mencemari udara dan merupakan limbah industri serta kendaraan bermotor atau sejenisnya," demikian Nasib Alamsyah.<br /><br />Sebelumnya Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Kalsel, menyatakan, perubahan iklim yang merupakan globle warning belakangan terasa dan terlihat dampak negatif di semua belahan dunia, termasuk Indonesia dan khususnya Kalsel.<br /><br />Guna mengurangi dampak negatif perubahan iklim tersebut, personel DNPI Kalsel masing-masing Prof Udiansyah dan Swary Utami Dewi menganjurkan, antara lain agar masyarakat menggunakan enegeri yang terbaharukan.<br /><br />Selain itu, menggunakan energi yang tidak berdampak pencemaran udara serta pada kerusakan lingkungan, seperti di China belakangan mulai mengembangkan tenaga pembangkit/energi dengan kincir angin.<br /><br />Sedangkan di Indonesia antara lain melakukan gerakan penanaman satu miliar pohon guna menghadapi dampak buruk dari perbuhan iklim. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan
100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara
Jalin Silaturahmi, Gubernur Pimpin Laga Persahabatan Bulungan Legend vs Sumbawa Legend
Gubernur Resmikan Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa
Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia
Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim
Bupati Sintang Buka Turnamen Sepakbola Garuda Championship 2026, Diikuti 17 Tim
Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 13:09 WIB

Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan

Senin, 19 Januari 2026 - 11:40 WIB

100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara

Senin, 19 Januari 2026 - 11:26 WIB

Jalin Silaturahmi, Gubernur Pimpin Laga Persahabatan Bulungan Legend vs Sumbawa Legend

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:52 WIB

Gubernur Resmikan Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:45 WIB

Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia

Berita Terbaru

Kalimantan

Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan

Senin, 19 Jan 2026 - 13:09 WIB

Kalimantan

100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara

Senin, 19 Jan 2026 - 11:40 WIB

Kalimantan

Gubernur Resmikan Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa

Minggu, 18 Jan 2026 - 21:52 WIB