Home / Tak Berkategori

Pemerintah Lebih Mendorong Realisasi Revitalisasi Program KB

- Jurnalis

Jumat, 17 Desember 2010 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah agar dapat lebih dapat mendorong realiasasi revitalisasi program Keluarga Berencana (KB) dan mempunyai komitmen yang kuat dalam bentuk menyediakan anggaran yang lebih memadai. <p style="text-align: justify;">"Revitalisasi program KB harus segera dilakukan karena mind set masyarakat sudah kembali seperti dulu yakni banyak anak banyak rejeki," kata Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Sonny Harry B Harmidi, di Palangka Raya, Jumat. <br /><br />Selama ini peranan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sudah diperbesar oleh pemerintah, tetapi hendaknya tidak hanya dalam bentuk komitem sebatas retorika dengan revitalisasi yang kuat. <br /><br />"Karena BKKBN tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan yang lain, tetapi saya pikir kedepan enkokesra dan Menkes punya cita-cita yang sama," katanya. <br /><br />Diungkapkannya, kemampuan teknis pemerintah daerah dan pemahaman terhadap KB belum kuat, tidak sewaktu sentralisasi yang begitu sangat efektif, BKKBN dapat melaksanakan secara penuh sebagai instansi yang berwenang, yang sekarang diserahkan ke daerah sehingga BKKBn tidak dapat melangkahi kewenangan tersebut. <br /><br />"Jadi betul – betul Pemda sendiri harus punya kesadaran bukan hanya pemerintah pusat, tetapi menjadi sulit karena dipimpin oleh yang lebih banyak mengedepankan urusan politik,"ujarnya. <br /><br />Ia juga menambahkan, sebelum otonomi daerah, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sekitar 30 ribu, dan sekarang hanya sekitar 18 ribu orang. <br /><br />"PLKB kita hebat – hebat, sangking hebatnya malah banyak yang diambil menjadi pejabat pemerintah,"tegasnya. <br /><br />Diakuinya jumlah PLKB menjadi terbatas karena alokasi anggaran untuk program KB juga sangat terbatas, dimana KB sudah menjadi urusan pemerintah daerah (Pemda) sehingga kewenangan BKKBN di daerah menjadi terlalu besar seperti dulu lagi. <br /><br />Jadi ketika KB menjadi urusan daerah, hanya dikaitkan dengan fungsi yang lainnya sehingga KB tidak bisa berperan dengan optimal, malah terkadang tidak ada fungsi sama sekali. <br /><br />Dimana fungsi PLKB dalam pelayanan memiliki arti strategis karena menjadi ujung tombak pemerintah dalam menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan keluarga. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play