Pemerintah Upayakan Penambahan Subsidi Peremajaan Mesin Industri

oleh

Kementerian Perindustrian mengupayakan penambahan alokasi anggaran untuk subsidi peremajaan mesin/peralatan industri tekstil dan produk tekstil serta alas kaki. <p style="text-align: justify;">Kementerian Perindustrian mengupayakan penambahan alokasi anggaran untuk subsidi peremajaan mesin/peralatan industri tekstil dan produk tekstil serta alas kaki.<br /><br />uaya itu dilakukan karena program itu dinilai dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi produksi pada kelompok industri penyerap tenaga kerja yang memberikan sumbangan devisa ekspor nonmigas besar tersebut, kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Selasa.<br /><br />"Kebutuhan riil memang lebih besar dari anggaran yang sudah dialokasikan. kita sudah inventarisasi kebutuhan dana tambahan sebesar rp100 miliar untuk membantu perusahaan-perusahaan yang ingin ikut dalam program ini," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pihaknya akan mengusulkan penambahan alokasi anggaran untuk program revitalisasi dan penumbuhan industri melalui restrukturisasi mesin/peralatan industri tekstil dan produk tekstil serta alas kaki dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan tahun ini.<br /><br />Panggah menjelaskan pemerintah mulai memberikan subsidi untuk peremajaan mesin/peralatan industri tekstil dan produk tekstil sejak tahun 2007 sedang bantuan untuk industri alas kaki dan penyamakan kulit mulai diberikan tahun 2009.<br /><br />Pemberian subsidi dilakukan melalui pemberian pemotongan harga sebesar 10 persen dalam pembelian mesin baru dari luar negeri dan 15 persen dalam pembelian mesin baru produksi dalam negeri.<br /><br />"Tingkat penyerapan anggaran cukup baik dan pelaksanaan program cukup tertib, makanya kami usahakan penambahan anggaran tahun ini," kata dia.<br /><br />Selama tahun 2010, menurut dia, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp154 miliar untuk membantu peremajaan mesin industri tekstil dan produk tekstil dan Rp144 miliar diantaranya terserap oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor industri tersebut.<br /><br />Realisasi anggaran untuk bantuan peremajaan mesin industri penyamakan kulit dan alas kaki yang nilainya pada 2010 Rp24 miliar juga mencapai Rp18 miliar.<br /><br />Sementara pada 2011, ia melanjutkan, pemerintah mengalokasikan Rp177 miliar untuk mendukung peremajaan mesin dan peralatan industri tekstil dan produk tekstil serta penyamakan kulit dan alas kaki. Targetnya program itu dapat mencakup 150 perusahaan tekstil dan produk tekstil serta 20 industri alas kaki.<br /><br />Menurut Direktur Industri Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian, Budi Irmawan, program bantuan restrukturisasi mesin/peralatan industri telah terbukti dapat meningkatkan efisiensi, produktifitas dan kualitas produk industri.<br /><br />Setelah pelaksanaan program subsidi peremajaan mesin/peralatan industri, Budi mengatakan, jumlah mesin-mesin tua yang usianya lebih dari 20 tahun berkurang bermakna.<br /><br />Ia mencontohkan, sebelumnya 64,4 persen dari 7.803.241 unit mesin pintal pada industri tekstil berusia lebih dari 20 tahun dan setelah program peremajaan jumlahnya berkurang menjadi 51,4 persen.<br /><br />Sementara persentase mesin tenun tua berkurang dari 82,1 persen menjadi 81,2 persen, persentase mesin rajut tua berkurang dari 84,1 persen menjadi 82,8 persen, serta mesin garmen tua berkurang dari 78 persen menjadi 72,4 persen.<br /><br />Perubahan itu, menurut dia, berdampak pada peningkatan produksi, produktifitas dan efisiensi penggunaan energi pada industri tekstil dan produk tekstil.<br /><br />Ia menjelaskan pula bahwa program dukungan peremajaan perlu dilakukan secara berlanjut untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri.<br /><br />Kementerian Perindustrian, kata dia, menargetkan program tersebut secara berlanjut dijalankan selama 2010-2014 dan dapat mencakup 600 perusahaan tekstil dan produk tekstil serta 40 perusahaan alas kaki.<br /><br />"Sampai sekarang baru 450 perusahaan tekstil dan produk tekstil serta 24 perusahaan alas kaki yang tercakup program," katanya.(Eka/Ant)</p>