Penyebab kelangkaan BBM yang terjadi di kabupaten Sintang beberapa waktu terakhir ini, akibat suplai dari Pertamina mengalami pengurangan. Pengurangan suplai tersebut terjadi sejak tiga minggu terakhir. Hal tersebut disampaikan Gunawansyah, pemilik SPBU Tugu Beji Sintang, Rabu (19/01/2011). <p style="text-align: justify;">"Menjelang Natal, suplai sudah tidak menentu," kata Gunawan<br /><br />Menurutnya, saat itu suplai yang diterimanya antara 8.000 hingga 16.000. Masih menurutnya, kondisi tersebut sudah mulai membaik dalam beberapa hari ini.<br /><br />"Kita sudah menerima 24KL," katanya.<br /><br />Diakui, dengan kondisi suplai yang minim diterima, berakibat pada membludaknya antrian di SPBU. Meski pihaknya membatasi pembelian di SPBU dengan mencacat plat kendaraan dan menempatkan petugas kepolisian untuk mengawasai penyaluran BBM, pembelian BBM yang di lakukan berkali-kali oleh orang yang sama tak bisa di hindari.<br /><br />“ Kita tak bisa menghalangi orang yang ingin mencari makan,” katanya.<br /><br />Dikatakan Gunawan, persolan kuota minyak yang tak sesuai dengan kondisi yang ada, sudah menjadi masalah umum di Kalbar.<br /><br />“ Makanya saya menyarankan pada anggota DPRD Sintang untuk datang langsung ke Komisi VII DPR RI yang mengurus masalah BBM termasuk masalah kuota,” sarannya.<br /><br />Soal harga BBM yang tinggi di tingkat eceran serta banyaknya kios-kios `liar` di Sintang, ia mengatakan kalau masalah tersebut bukanlah kewenangan dari pihaknya.<br /><br />“ Itu sudah menjadi tugas dari pemerintah dan instansi terkait, kita tak bisa mencampuri itu. Karena dalam hal ini kita hanya menyalurkan BBM ke masyarakat,” katanya. <strong>(*)</strong></p>











