SLEMAN, KN – Pemerintah Kabupaten Bulungan menunjukkan keseriusannya dalam membenahi sektor perparkiran sebagai salah satu sumber strategis Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini diwujudkan melalui kegiatan benchmarking ke Kabupaten Sleman guna mempelajari sistem pengelolaan parkir yang dinilai efektif dan berkelanjutan.
Kunjungan yang dilaksanakan pada 7 April 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bulungan, Kilat, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait. Rombongan diterima oleh Dinas Perhubungan Sleman untuk berdiskusi dan melihat langsung praktik pengelolaan parkir di lapangan.
Dalam keterangannya, Kilat menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun sistem perparkiran yang lebih transparan, efektif, dan berdampak nyata terhadap peningkatan PAD.
“Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi upaya serius untuk menghadirkan sistem parkir yang modern dan akuntabel di Bulungan,” ujarnya.
Selain berfokus pada peningkatan pendapatan daerah, pengelolaan parkir yang optimal juga dinilai sebagai indikator penting dalam pelayanan publik. Sistem yang tertib dan profesional akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah daerah.
Selama kegiatan benchmarking, rombongan mempelajari berbagai aspek pengelolaan parkir, mulai dari kebijakan regulasi, sistem pengawasan, hingga operasional teknis di lapangan. Pengalaman dari Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi referensi dalam merancang sistem yang sesuai dengan karakteristik daerah Bulungan.
Hasil dari kunjungan ini akan dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan perubahan regulasi perparkiran di Bulungan. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari daerah yang telah berhasil, Pemkab Bulungan menargetkan terciptanya sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas keuangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.











