Pemkab Kapuas Tambah Guru Sd Sangat Terpencil

oleh

Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah terus berupaya menambah guru Sekolah Dasar (SD) terpencil dan sangat terpencil. <p style="text-align: justify;">"Kita terus berupaya merekrut guru untuk penempatan tugas di sekolah di daerah terpencil, dan diketahui jumlah guru terbanyak untuk penempatan sekolah di daerah terpencil dan sangat terpencil saat ini di Kecamatan Kapuas Tengah," kata Kasi Pengolahan Data Dinas Pendidikan Kapuas Sidik Widiantoro di Kuala Kapuas, Selasa.<br /><br />Jumlah data tersebut berdasarkan data yang kami himpun dari Unit Pelaksaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Kapuas Tengah.<br /><br />Berdasarkan data tersebut sebanyak 25 sekolah dasar masuk dalam kategori sangat terpencil dengan jumlah guru 101 orang dan tujuh sekolah kategori terpencil dengan 45 orang guru.<br /><br />Sedangkan jumlah guru SMP kategori sangat terpencil sebanyak sembilan orang di satu SMP, dan terpencil sebanyak 31 guru yang ditempatkan didua SMP.<br /><br />Sementara untuk Kecamatan Kapuas Hulu tiga SD terpencil dengan 21 guru, 23 SD sangat terpencil dengan 84 guru, 1 SMP terpencil 10 orang guru dan SMP sangat terpencil sebanyak 42 orang di tiga SMP.<br /><br />Kemudian di Kecamatan Timpah terdapat sembilan SD terpencil dengan jumlah guru sebanyak 56 orang, 8 SD sangat terpencil dengan jumlah guru sebanyak 38 orang, dua SMP terpencil dengan 11 orang guru.<br /><br />Di Kecamatan Mantangai sebanyak enam SD terpencil dengan 24 orang guru, 10 SD sangat terpencil dengan 60 guru, satu SMP terpencil dengan 12 guru.<br /><br />Sedangkan di Kecamatan Kapuas Kuala sebanyak 3 SD terpencil dengan 10 orang guru, 5 SD sangat terpencil dengan 29 guru dan satu SMP sangat terpencil dengan delapan guru.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Guntur Talajan mengatakan Pemerintah Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan menganggarkan dana pendampingan bagi guru daerah terpencil sebesar Rp10,5 miliar setiap tahunnya sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap guru yang mengajar di daerah terpencil.<br /><br />"Dana pendampingan itu diberikan kepada guru 13 kabupaten dan kota yang masing-masing menerima Rp1,5 juta per orang per tahun dan Rp 1,25 juta per orang per tahun," katanya.<br /><br />Jumlah guru yang mendapatkan bantuan dana tersebut seluruh Kalteng sebanyak 7.180 orang yang disalurkan langsung ke rekening penerima sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam memberikan perhatian terhadap guru yang mengajar di daerah terpencil sekaligus untuk mewujudkan program Kalteng Harati, katanya.<br /><br />Pemerintah pusat telah memberikan dana pendampingan bagi guru yang mengajar di daerah terpencil sebesar Rp1,35 juta per orang per bulan, namun dana tersebut hanya diberikan pada tujuh Kabupaten di Kalteng yang dianggap tertinggal oleh Kementerian Daerah Tertinggal beberapa tahun lalu.<br /><br />Tujuh kabupaten yang menerima bantuan dana pendampingan dari pusat yakni Kabupaten Barito Selatan, Katingan, Seruyan, Gunung Mas, Lamandau, Pulang Pisau dan Sukamara.<br /><br />Pihaknya sudah mengajukan usulan ke pemerintah pusat untuk memberikan bantuan dana pendampingan tidak hanya bagi tujuh Kabupaten saja, akan tetapi seluruh kabupaten dan kota yang ada di Kalteng sehingga dapat memberikan perhatian yang sama terhadap guru-guru yang mengajar di daerah terpencil.<br /><br />Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalteng Krisnayadi Toendan menyatakan jumlah guru di daerah perkotaan lebih banyak dibandingkan dengan guru yang ada di kawasan pedalaman.<br /><br />"Sehingga hal itu bisa mempengaruhi tingkat mutu serta kualitas pendidikan di Kalteng," katanya.<br /><br />Sehingga merupakan tantangan LPMP Kalteng dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan di provinsi setempat, apabila pemerintah daearah ingin kualitas pendidikan di kawasannya meningkat harus bisa membagi rata jumlah guru antara daerah perkotaan dengan pedalaman.<br /><br />"LPMP akan selalu berusaha secara maksimal sesuai dengan tugas dan fungsi pokoknya untuk melakukan peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan di daerah Kalteng," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>