Pemkab Murung Raya Perluas Lokasi Transmigrasi

Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mulai tahun 2011 akan memperluas lokasi transmigrasi di kawasan Desa Bahitom, Kecamatan Murung. <p style="text-align: justify;">"Perluasan lahan transmigrasi supaya bisa dihuni lebih banyak lagi oleh warga tansmigran," kata Kepala Bidang Pengembangan Transmigrasi pada Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Murung Raya, Budiman di Puruk Cahu, Rabu. <br /><br />Menurut Budiman, sebelumnya dilakukan perluasan pihaknya memprogramkan perubahan gambar atau redesain lokasi transmigrasi tersebut tahun depan. <br /><br />Saat ini, kata dia, lokasi transmigrasi yang telah dihuni di sarana pemukiman (SP) I sebanyak 200 – 250 kepala keluarga (KK) untuk pengembangan di SP II nanti mampu menampung 400 KK. <br /><br />"Tahun depan Pemkab Murung Raya juga kembali mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendatangkan kembali warga transmigrasi dari warga lokal dan luar Pulau Kalimantan," katanya. <br /><br />Pembukaan lokasi transmigrasi di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini sudah dilakukan sejak tahun 2008 lalu telah ditempati sebanyak 200 KK, yakni 100 KK masyarakat lokal dan 100 KK transmigran asal Nusa Tenggara Timur, Lampung Utara, Kebumen, Tanggerang dan Jakarta. <br /><br />Kemudian 2009 kabupaten yang kaya akan sumber daya alam berupa tambang emas, batu bara dan kayu ini menambah kembali penghuni lokasi transmigrasi tersebut sebanyak 100 KK, dengan menempatkan transmigran dari Lampung Utara dan Kebumen, Jawa Tengah masing-masing 25 KK, ditambah 50 KK warga setempat. <br /><br />"Para transmigrasi ini sudah menempati rumah di lokasi trans yang telah disiapkan pemerintah daerah," jelasnya. <br /><br />Setiap KK, kata dia, mendapat dua hektare lahan masing-masing satu hektare untuk tanaman padi dan holtikultura serta perkebunan karet. Mereka juga mendapatkan kebutuhan biaya jaminan hidup selama satu tahun. <br /><br />"Pembukaan lahan kebun karet itu direncanakan tahun depan dilakukan, masing-masing warga transmigrasi memperoleh bantuan bibit dari pemerintah daerah," katanya. <br /><br />Ia menjelaskan, keberadaan transmigrasi di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito itu sangat diperlukan, karena selama ini masyarakat mendapatkan sebagian besar sayur-sayuran atau kebutuhan hasil pertanian lainnya dari luar daerah. <br /><br />Sedangkan minat warga setempat yang ingin menjadi peserta transmigrasi lokal sangat tinggi, bahkan hingga saat ini sudah 300 KK calon transmigran yang mendaftarkan diri. <br /><br />Namun pihaknya tetap melakukan seleksi terhadap warga lokal tersebut dan akan diprioritaskan bagi warga setempat yang punya tanah atau lahan yang menjadi lokasi transmigrasi itu. <br /><br />"Warga lokal tetap menjadi perhatian kami karena program ini tetap berlanjut hingga beberapa tahun ke depan," katanya.<strong>(das/ant)</strong></p>