Pemkab Sintang Segera Atur HET BBM Ditingkat Kios

oleh

Rapat koordinasi sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengadaan dan pendistribusian BBM yang difasilitasi pemerintah selama ini ternyata tidak berdampak pada harga BBM di tingkat aceran. Bahkan harga BBM ditingkat kios semakin lama semakin menjadi. Harga BBM termahal ditingkat kios/ pengecer di sintang mencapai Rp 25 ribu per liter. Kondisi lain di sejumlah SPBU yang terletak di jalan utama sintang, antrian kendaraan semakin panjang dan menyebabkan kemacetan jalan. <p style="text-align: justify;">Menyikapi hal ini, pemkab sintang kembali mengundang sejumlah element yang berkaitan dengan pendistribusian BBM. Rapat koordinasi di gelar di ruang pertemuan wakil bupati sintang. meski belum jelas kesepakatan tentang pembatasan harga BBM ditingkat kios, namun sejumlah nara sumber yang mengikuti rakor tersebut mengatakan bahwa pemkab tengah mengupayakan ada kesesuaian harga ditingkat pengecer. Janji itu dipertegas lagi dengan dalih bahwa harga yang akan ditetapkan dijamin tidak memberiarkan masyarakat.<br /><br />Kapolres Sintang AKBP Firly R Samosir usai mengikuti rakor kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa saat ini jajaranya telah ditempatkan di sejumlah SPBU yang ada di kota Sintang untuk melakukan penertiban. Khusuusnya bagi para pengantri yang melakukan manipulasi atau memodifikasi daya tampung BBM dikendaraan mereka. Baik yang roda empat maupun yang roda dua.<br /><br />“Belum ada yang kita amankan, karena hari ini masih peringatan. Tapi sesuai kesepakatan bahwa hari ini kita akan bertindak tegas terhadap mereka yang melakukan pelanggaran. Misalnya memodifikasi tangki penampun BBM di kendaraan masing-masing atau menjual harga BBM di eceran dengan harga yang terlalu tingggi,”jelasnya.<br /><br />Kapolres juga mengatakan bahwa salah satu hasil kesepakatan rakor adalah akan dikeluarkanya surat keputusan (SK) bupati dan akan diedarkan kepada masyarakat. Salah satu point dalam SK tersebuut adalah menngatur masalah harga. Hanya saja kapolres enggan mengatakan berapa harga eceran tertinggi yang akan dipatok oleh pemkab untuk mengatur masalah BBM saat ini.<br /><br />“Pemkab saat ini sedang melakukan menyusun zone daerah untuk penetapan harga. Karena harga yang akan ditetapkan di tingkat kota dengan didi kecamatan sampai perbatasan tentu harus berbeda,”katanya.<br /><br />Bila setelah surat edaran dikeluarkan dan diberlakukan, kapolres berjanji akan mengangkut pengecer yang menjual BBM dengan harga terlalu tinggi. Begitu juga dengan para spekulan yang memodifikasi tangki kendaraan.<br /><br />“Kita berharap pasokan BBM ke sintang ini akan kembali lancar, sehingga persoalan tentang pendistribusian BBM yang menyebabkan harganya melambung bisa segera teratasi juga,”ujarnya.<br /><br />Ditempat yang sama, pemilik SPBU Bujang Beji H.Gunawansyah mengatakan bahwa pasokan BBM ke SPBU miliknya memang tidak sesuai dengan quota. Bila pada kondisi normal, dalam satu hari ia biasa mendapatkan pasokan BBM sebanyak 40 KL. Maka saat ini SPBU nya hanya dipasok BBM sebanyak 8 KL saja. Ia juga mengatakan bahwa sejak Senin (14/3) kemarin, pihaknya bersama jajaran polres Sintang terus melakukan penjagaan dengan ketat terkait para pengantri BBM.<br /><br />“Kita sudah atur, untuk kendaran roda empat dibatasi maksimal Rp 100 ribu dan kendaraan roda dua maksimal 15 ribu dan hanya boleh sekali isi,”tegasnya.<br /><br />H.Gunawansyah juga membantah jika pihaknya telah menjual BBM kepada para pengantri diatas harga HET. Ia bahkan meminta kepada pihak yang mengeluarkan pernyataan tersebut untuk menunjukan bukti berupa data karyawanya yang nakal.<br />”Tolong tunjukan datanya. Namanya siapa, shiftnya kapan dan di pompa yang mana. Kalau memang ditemukan ada, maka saya janji karyawan itu akan langsung saya berhentikan dengan tidak hormat,”ujarnya.<br /><br />Ia juga membantah keras tudingan adanya penimpunan di SPBUnya. Menurutnya sangat tidak mungkin hal itu bisa dilakukan. Sebab hanya dengan 8 KL saja, pasokan BBM tersebut akan habis dalam waktu 2 jam.<br /><br />“Kalau masalah pengantri yang didominasi mobil plat hitam, kita tidak bisa melarang mereka untuk mengantri. Sebab mereka juga membutuhkan BBM. Maka solusinya adalah dengan membatasa harga beli yang telah kita tentukan,”tegasnya.<br /><br />Ditambahkan H.Gunawansyah, bahwa keberadaan BBM di Sintang akan kembali normal dalam waktu bila pasokan juga normal. Dimasa tiap-tiap SPBU mendapatkan pasokan BBM sebanyak 32 ton jenis premium dan 24 ton jenis solar.<br /><br />“Kalau tentang pertamax, memang dalam waktu 10 hari ini kita tidak lagi menjual pertamax. Karena stoknya di Pontianak tidak ada. Tentu bisa dibayangkan kalau yang non subsidi saja tidak ada, lalu bagaimana dengan yang bersubsidi,”tegasnya.<br /><br />Sementara itu dari pihak pemkab, baik wakil bupati sintang maupun bagian Ekbang yang membidangi masalah ini hingga berita ini tidak bisa dikonfirmasi. Informasi yang didapat dari sejumlah staf wakil bupati, bahwa pihak pemkab melalui bagian ekbang, bagian hukum dan sejumlah instansi lain tengah mengkonsep surat edaran terkait penetapan harga eceran tertinggi di tingkat pengecer.<strong>(phs)</strong></p>