Pemkab Sintang Tidak Pasang Target pada Porprov 2022

oleh

SINTANG, KN – Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengaku tak ingin memasang target tinggi untuk para atlit yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalbar ke XIII yang rencananya digelar tahun 2022 mendatang.
Bagi Sudiyanto, mempertahankan capaian 5 besar pada Porprov Kalbar tahun 2018 lalu, sudah dianggap capaian yang baik. “Masuk tiga besar, itu syukur. Paling tidak, lima bisa berhasil kita pertahankan, itu bagus,” katanya saat memberikan arahan dalam rapat kerja Disporapar bersama para pengurus Cabor di Kabupaten Sintang.
Rapat tersebut membahas program kerja dan serta kesiapan menghadapai pelaksanaan Pekan Olah raga Propinsi (PORPROV) Ke XIII se Kalimantan Barat tahun 2022.
Porprov tahun 2018 lalu, Pemkab Sintang berhasil meraih peringkat 5 besar, dengan total raihan sebanyak 172 medali. Rinciannya, medali emas 40. Perak 56 dan perunggu 76. Total medali, 172 medali.
Wakil bupati yang baru dilantik kurang dari sebulan ini mengatakan maju tidaknya bidang olahraga di tergantung pengurus dan dan dukungan pemerintah. Maka dari itu, Sudiyanto mengajak pengurus olahraga, para atlit bertekad bersama memajukan olahraga meski dalam kondisi keterbatasan anggaran dan fasilitasnya. “Saya masih harus belajar. Mari sama-sama membangun olahraga di Sintang. Kita punya tanggungjawab bersama,” ajaknya.
Sudiyanto mengakui, bicara dana pembinaan olahraga, sejauh ini dilihat masih jauh dari kata cukup. Akan tetapi, keterbatasan anggaran, fasilitas dan sarpras bukan berarti mengecilkan semangat para atlit untuk terus bisa berprestasi, baik dikancah regional, maupun nasional. “Mari kita niatkan olahraga dengan hati. Pemerintah akan terus berupaya memberikan perhatian di bidang olahraga,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang, Hendrika menyebut sarana dan fasilitas olahraga sudah cukup memadai untuk menunjang para atlit dalam mengembangkan kemampuannya.
Di stadion baning, misalnya. Tidak hanya diperuntukan bagi olahraga sepakbola, tapi juga panahan dan atletik. Di Gor Apang Semangai, juga digunakan untuk Volly, anggar dan futsal.
“Sepatu roda juga bisa di seputaran teras Gor. Selain itu, ada pula lapangan bulu tangkis, tenis meja. Sepak takrau, padepokan hingga kolam renang,” sebut Hendrika. (GS)