Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hingga saat ini belum menetapkan pejabat definitif yang layak menduduki posisi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarbaru. <p style="text-align: justify;">"Pejabat definitif direktur RSUD masih belum ditetapkan sehingga posisinya masih dipercayakan kepada pelaksana tugas (Plt)," kata Wakil Wali Kota Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli, di Banjarbaru, Jumat.<br /><br />Posisi Direktur RSUD Banjarbaru sejak awal 2010 belum ditempati pejabat definitif tetapi dipercayakan sebagai pelaksana tugas kepada dr. Agus Widjaya.<br /><br />Ketika Agus pindah tugas menjadi Asisten II Sekretaris Daerah Pemkot Banjarbaru, posisi direktur RSUD juga belum diisi pejabat definitif tetapi dipegang dr. Nurleny Saleh sebagai pelaksana tugas merangkap kepala Dinas Kesehatan.<br /><br />Jabatan Nurleny sebagai Plt Direktur RSUD Banjarbaru berakhir terhitung akhir April 2011, namun posisi petinggi rumah sakit itu hanya dipercayakan kepada pelaksana tugas.<br /><br />Kabarnya, pejabat yang dipercaya memegang posisi Plt Direktur RSUD Banjarbaru adalah dr. Asnal. Rencananya, dokter spesialis penyakit dalam itu menjalankan tugas mulai Mei 2011.<br /><br />Ogi mengatakan, pihaknya masih mencari orang yang tepat untuk menduduki posisi puncak di RSUD yang dikelola Pemkot Banjarbaru sehingga bisa diterima seluruh pihak sekaligus mampu memimpin rumah sakit tersebut.<br /><br />Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan orang yang tepat dan masih menggodok sejumlah pejabat yang cocok dan layak menempati posisi cukup strategis itu.<br /><br />"Sudah ada sejumlah pejabat yang digodok untuk menempati posisi direktur RSUD dan rencananya pejabat definitif sudah dilantik sekitar bulan September nanti," katanya.<br /><br />Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah Pemkot Banjarbaru, Wahyuddin, mengatakan, pejabat definitif direktur RSUD harus mampu memimpin instansi tersebut.<br /><br />"Kami tidak ingin salah pilih menempatkan pejabat sebagai direktur RSUD karena rumah sakit sudah meraih ISO terkait pelayanan sehingga pemimpinnya harus benar-benar mampu memimpin dan meningkatkan pelayanan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














