Pemkot Pontianak Tata Alun-Alun Kapuas Tarik Wisatawan

oleh

Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan penataan Taman Alun-alun guna menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk menyaksikan dari dekat suasana di pinggiran Sungai Kapuas. <p style="text-align: justify;">"Saat ini kami kembali menambah fasilitas air mancur untuk menambah keindahan Taman Alun-alun Kapuas," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji di Pontianak, Kamis (06/01/2011). <br /><br />Ia menjelaskan, Pemkot Pontianak melalui Dinas Pekerjaan Umum setempat akan terus menata taman itu yang ditargetkan selesai tahun 2012. <br /><br />Kini luas Taman Alun-alun Kapuas sudah sekitar tiga hektare dari sebelum direklamasi atau ditata ulang sekitar 1,5 hektare. <br /><br />"Mudah-mudahan dengan ditatanya Taman Alun-alun Kapuas, maka setiap wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan keindahan Sungai Kapuas bisa melalui taman tersebut," kata Sutarmidji. <br /><br />Pemkot Pontianak sedikitnya mengeluarkan sekitar Rp8,1 miliar untuk mereklamasi Taman Alun-aluan Kapuas yang sumber dananya dari dana penanggulangan bencana tahun 2009. <br /><br />"Dana sebesar itu termasuk untuk membangun turap dari beton sepanjang Taman Alun-alun Kapuas yang saat ini sudah rampung tinggal penyelesaian penimbunan dengan pasir dan tanah merah," kata Wali Kota Pontianak. <br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, fasilitas air mancur yang dibangun di taman tersebut menghabiskan dana sebesar Rp600 juta yang dapat memancarkan air setinggi 14 meter. <br /><br />"Air mancur itu satu-satunya di Indonesia yang berada di tepian sungai, serta memanfaatkan air sungai sebagai sumber airnya sehingga menambah keindahan Taman Alun-alun Kapuas," katanya. <br /><br />Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak, belum lengkap kalau tidak berkunjung ke taman tersebut karena lokasinya yang strategis berada di tengah-tengah kota. Apalagi keberadaan taman itu tepat di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman dan di pinggir Sungai Kapuas. <br /><br />Taman itu telah dilengkapi dengan "Water Front City" yang dibangun sejak tahun 1999. Taman juga diramaikan oleh aneka jajanan, seperti bakso, kacang rebus, sate, jagung bakar dan rebus, dan makanan ringan lainnya yang banyak dijajakan pedagang di sepanjang jalan di kawasan tersebut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>