Home / Tak Berkategori

Pemkot Targetkan PAD Rp 1,5 Miliar Dari Walet

- Jurnalis

Selasa, 5 April 2011 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Pontianak menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,5 miliar dari sektor pajak izin usaha penangkaran burung walet di kota itu yang kini sedang marak. <p style="text-align: justify;">"Target itu dipatok karena melihat banyaknya usaha penangkaran walet yang kini menjamur di Kota Pontianak," kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pontianak Ardiansyah, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, target tersebut bisa saja tercapai mengingat masih banyaknya usaha penangkaran burung walet yang belum mempunyai izin sehingga belum bisa ditarik retribusi pajaknya.<br /><br />Sementara itu, Sekretaris Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak Yekti Sukmawati menyatakan, hingga kini baru tercatat sekitar 111 penangkaran burung walet yang memiliki izin. Diantaranya rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, izin gangguan, IMB dan sertifikat tanah.<br /><br />"Untuk izin penangkaran burung walet paling tidak memiliki IMB, izin gangguan dan PBB," ujarnya.<br /><br />Data BP2T Kota Pontianak, mencatat hingga kini baru terdata sekitar 1.180 unit penangkaran burung walet di kota itu, yakni data dari Asosiasi Pengusaha Walet (Asperwa) sekitar 680 unit dan 500 terdaftar di BP2T.<br /><br />Sebelumnya, Anggota Fraksi Partai Golongan Karya, DPRD Kota Pontianak Mansyur menilai pengawasan sektor PAD di lingkungan Pemerintah Kota setempat masih lemah.<br /><br />"Buktinya sektor PAD Pemkot Pontianak tahun 2009 hanya sebesar 90,20 persen," kata Mansyur.<br /><br />PAD Pemkot tahun 2009, pada sektor retribusi daerah hanya 75,61 persen, dan PAD lain-lain yang sah hanya 54,42 persen sehingga total PAD sebesar 90,20 persen.<br /><br />"Hal itu menunjukan masih lemahnya pengawasan dalam pengelolaan penerimaan daerah," ujarnya.<br /><br />Ia meminta, Wali Kota Pontianak melakukan langkah-langkah yang tepat agar PAD di kota itu meningkat di tahun 2011.<br /><br />Menurut Fraktisi Golkar Kota Pontianak, masih banyak peluang peningkatan PAD Pemkot, karena ada beberapa sektor yang belum tersentuh, seperti usaha penangkaran burung walet yang masih belum tersentuh. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB