Home / Tak Berkategori

Pempov Kalsel Dimintan Bantu Patenkan Produk Daerah

- Jurnalis

Kamis, 7 April 2011 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan Fathurrahman meminta, pemerintah provinsi setempat agar membantu dalam upaya mematenkan produk khas daerah. <p style="text-align: justify;">Permintaan itu terkait beberapa produk khas daerah Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel) yang belakangan diklaim negara lain, demikian dilaporkan, Kamis.<br /><br />Sebagai contoh kain "sasirangan" yang merupakan batik khas Banjar atau hampir serupa dengan kain jemputan Yogyakarta itu, sempat diklaim Jepang sebagai produk asal negeri "Sakura" tersebut.<br /><br />Begitu pula "pakasam" (ikan yang diawetkan melalui permentasi) yang sejak dulu terkenal sebagai produk khas Banjar dan banyak diolah serta digemari warga daerah hulu sungai atau "Banua Enam" Kalsel, belakangan ini diklaim Malaysia.<br /><br />Menurut pimpinan DPRD Kalsel yang termuda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, jika tidak dilakukan upaya mematenkan, maka kemungkinan produk khas Banjar bisa tidak ada lagi, semua berasal dari orang lain.<br /><br />"Memang untuk mematenkan sebuah produk, setidaknya perlu kajian historis dari produk yang disebut-sebut merupakan khas Banjar," lanjut wakil rakyat asal PPP yang bergelar sarjana pendidikan Islam itu.<br /><br />Oleh karenanya, anggota Dewan Pakar Dewan Pimpinan Wilayah PPP Kalsel itu, juga mempertanyakan, seperti pakasam, apakah betul produk asli urang Banjar atau negeri jiran Malaysia.<br /><br />Pasalnya, sejak berabad-abad atau ratusan tahun silam, urang Banjar Kalsel banyak yang "madam" (merantau) dan menetap sampai beranak-pinak dari generasi ke generasi, antara lain ke Malaysia atau yang tempo dulu disebut Malaya.<br /><br />"Tanpa mempersoalkan klaim-mengklaim tersebut, Pemprov Kalsel harus segera turun tangan membatu mengupayakan mematenkan produk khas Banjar, dengan melakukan inventarisasi serta kajian historis terlebih dahulu," tandasnya.<br /><br />"Kalau perlu, Pemprov Kalsel menyediakan anggaran khusus untuk memantu mematenkan produk khas daerah Banjar tesebut agar tetap lestari," demikian Fathurrahman.<br /><br />Produk serta seni budaya daerah khas Banjar juga banyak yang hampir serupa serta terdapat di daerah lain, seperti jenis panganan berupa laksa dan lamang (nasi ketan yang proses dengan cara dipanggang).<br /><br />Sedangkan seni budaya, diantaranya, tari tirik lalan (sejenis tarian muda mudi) dan musik panting, kecuali mamanda (sejenis teater) dan seni madihin (sejenis berpantun) yang belum banyak terdapat di daerah lain.  <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa
Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi
Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal
Sekda Sintang Hadiri Sertijab Camat Binjai Hulu, Dorong Kades Buat Plang Nama Kampung
Kawasan Pedalaman Sintang Alami Banjir, Ini Kata Bupati Sintang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali

Senin, 12 Januari 2026 - 20:45 WIB

Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau

Berita Terbaru