Pemulung Samarinda Akan Bergabung Dalam Koperasi

Sejumlah pemulung di Kota Samarinda akan bergabung dalam koperasi yang akan dibentuk dengan tujuan agar mereka bisa hidup lebih baik dari hasil mengelola sampah, sekaligus tidak membuat sampah berhamburan di jalan. <p style="text-align: justify;">"Kami masih merumuskan tentang sistem koperasi khusus untuk para pemulung. Yang jelas sampah bisa dimanfaatkan untuk berbagai kreativitas bernilai ekonomi, seperti kompos, kerajinan tangan dan lainnya," kata Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail di Samarinda, Kamis. <br /><br />Dalam wadah semacam koperasi itu, lanjutnya, para pemulung juga akan dikumpulkan guna diberikan pengertian agar tidak menghamburkan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga tercecera di jalan. <br /><br />Selama ini para pemulung dalam mengais barang-barang di tempat sampah yang bisa dijual, selalu membuat sampah berserakan sehingga mengotori pemandangan kota, di samping juga menyulitkan petugas Dinas Kebersihan Kota (DKP) saat akan mengangkut sampah. <br /><br />Dia melanjutkan, meskipun DKP Samarinda telah memberlakukan sistem jadwal pembuangan sampah mulai pukul 06.00-pukul 18.00 Wita, namun hasilnya belum efektif karena masih ada warga membuang sampah di luar jam yang ditentukan. <br /><br />Menurut dia, sampah yang sudah dibuang ke TPS, kerap diacak-acak pemulung sehingga berhamburan kemana-mana. Untuk itu, perlu adanya penyuluhan bagi pemulung agar bisa lebih tertib dalam mencari barang-barang bekas tersebut. <br /><br />Jika para pemulung sudah terwadahi dalam sebuah lembaga semacam koperasi atau sejenisnya, diharapkan kehidupan pemulung juga bisa lebih baik karena dalam lembaga itu, para pemulung akan mendapat pembinaan. <br /><br />Pembinaan yang akan dilakukan antara lain, sampah yang ada bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Pupuk ini bernilai ekonomi tinggi karena harga kompos di Samarinda sekitar Rp5.000/kg, sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi pemulung. <br /><br />Selain itu, masih banyak barang bekas yang dibuang ke TPS bisa dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan maupun hiasan rumah dengan nilai ekonomi tinggi. Para pemulung bisa diajari cara membuat berbagai kerajinan tersebut. <br /><br />Mulai kini, lanjutnya, masalah sampah akan ditangani serius. Jika masih ada sampah menumpuk di suatu tempat, maka Lurah setempat bisa lapor ke Camat kemudian bisa dikoordinasikan dengan DKP Samarinda. <br /><br />Dia mengatakan, rata-rata volume sampah di Samarinda mencapai 1.100 meter kubik pada hari-hari biasa, namun pada hari-hari besar keagamaan bisa meningkat 5-40 persen/hari seperti Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.<strong>(das/ant)</strong></p>