Wabup Ajak Bangun Sistim Pendidikan Islam Yang Berkualitas Melalui Madrasyah

oleh

MELAWI – Setelah penantian cukup lama, akhirnya penegrian Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Melawi diresmikan. Peresmian tersebut dilakukan oleh kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Kalbar, H. Ridwahsyah dan Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya, Selasa (29/1/2019) di halaman MAN Melawi.

Peresmian tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Melawi, Kepala Kemenag Melawi, para guru dibawah lingkungan Kemenag Melawi serta sejumlah masyarakat sekitar sekolah.

Kepala Kemenag Melawi, H. Abdulbar mengatakan, dalam upaya agar MAN Melawi bisa terealisasi, kami Kemenag Melawi selalu berikhtiar, terlebih penegrian MAN Melawi merupakan keinginan masyarakat ramai di Kabupaten Melawi.

“Alhamdulillah Ikhtiar kita membuahkan hasil sehingga penergian MAN bisa terealisasi,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kakanwil Provinsi Kalba, H. Rindwansyah mengatakan, Ada 158 Madrasyah yang dinegerikan kementerian agama. Dari jumlah tersebut, 8 nya ada di Kalbar.

“4 nya Madrasyah Aliyah, satu diantaranya yang di Melawi saat ini. Kemudian 4 nya lagi Madrasyah Tsanawiyah,” jelasnya.

Kehadiran Madrasyah ini tentunya memiliki tujuan dalam rangka bersama sama wajib belajar 12 tahun. Kemudian dalam rangka mwujudkan keinginan masyarakat yang menginginkan Madrasyah swasta menjadi negeri di Melawi ini.

“Keberadaan madrasyah ini juga tentunya untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketaqwaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan masyarakat. Ini tentunya perlu dukungan semua pihak dengan totalitas serta segala sumber daya yang dimiliki.,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, sebelum menyamapaikan sambutannya Ia mengucapkan selamat dan sukses atas penegerian MAN Melawi.

“Saya juga ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan penegerian MAN Melawi,” ucapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, berbagai Negara dengan mayoritas berpendudukan muslim Indonesia memiliki kesempatan besar untuk membangun sistem pendidikan Islam yang berkualitas. Salah satunya dapat diwujudkan dalam bentuk sistem pendidikan Madrasah sebagaimana telah dirintis oleh pendiri masa lalu. Madrasah didirikan untuk memberikan kontribusi, seperti bagi pembangunan bangsa terutama dalam pembentukan karakter moral keislaman generasi muda.

“Keberadaan Madrasah pada hakikatnya merupakan wujud dari kesadaran keberagaman masyarakat Muslim terhadap pentingnya mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi dan pemahaman agama yang baik. Dari sini dapat dipahami bahwa perkembangan tergantung pada seberapa besar perhatian umat Islam sekitar dalam mendukung keberlangsungan madrasah,” ungkapnya.

Dadi juga mengatakan, tujuan kegiatan penegerian Madrasah diantaranya untuk menjadikan Madrasah negeri sebagai motivator dan pemberi contoh bagi penyelenggaraan pendidikan di Madrasah-Madrasah sekitarnya dan untuk meningkatkan rasio perbandingan antara Madrasah negeri dan swasta. “Perubahan status ini tentunya tidak menjadikan Madrasah terlena, karena paradigma baru dalam penyelenggaraan pendidikan nasional yang tercantum dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional tidak lagi membedakan Madrasah negeri atau swasta,” jelasnya.

Dengan demikian,tambahnya, Madrasah swasta dan Madrasah negeri harus ada peningkatan dalam segala hal mutu pendidikan sarana dan prasarana, sehingga kualitas pendidikan Madrasah semakin meningkat. Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang memerlukan perhatian dan pembinaan dalam pengembangannya yang berkelanjutan.

“Ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita semua karena memang peserta didik Pada Madrasah adalah putra-putri daerah yang juga akan berperan dalam pembangunan daerahnya masing-masing di masa yang akan datang. Saya berharap semoga Madrasah semakin hari semakin jaya, semakin hebat, semakin bermartabat. Untuk itu perlu dukungan semua pihak untuk terus memajukan sektor pendidikan Madrasah di Kabupaten Melawi,” pungkasnya. (Ed/KN)