Penataan Pemukiman Sintang Harus Sensitif Kebakaran

oleh

Wakil Bupati Sintang, Ignasius Juan mengatakan penataan pemukiman di kabupaten itu sudah selayaknya lebih sensitif pada penanggulangan kebakaran. <p style="text-align: justify;">"Selain ada sumber air, juga diharapkan jalan pemukiman memungkinkan untuk keluar masuk kendaraan pemadam kebakaran jika ternyata terjadi musibah itu," kata Juan di Sintang, Sabtu (18/12/2010). <br /><br />Juan bersama beberapa orang staf mengunjungi warga Sintang di Jalan MT Haryono Gang Bahagia RT 34 RW 5 Kelurahan Kapuas Kanan Hulu yang rumahnya tertimpa musibah kebakaran, Kamis (16/12/2010) sekitar pukul 23.00 WIB. <br /><br />Ia mengatakan kalau penyebab timbulnya api adalah kompor ataupun arus pendek listrik sudah seharusnya masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaannya. <br /><br />"Meninggalkan rumah jangan biarkan kompor dalam keadaan menyala, begitu juga jaringan listrik di rumah harus selalu dicek sebagai langkah antisipasi," jelasnya. <br /><br />Mantan Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan Dan Kebakaran ini mengatakan pemerintah tetap berupaya melengkapi sarana dan prasarana mengantisipasi kebakaran seperti hydran di lingkungan pemukiman terutama kawasan padat penduduk. <br /><br />"Pemadam api swasta juga cukup berperan, sementara pemerintah tentunya akan terus mendukung upaya peningkatan sarana dan prasarana pemadam kebakaran termasuk mobil pemadam kita yang sudah cukup tua," katanya. <br /><br />Dalam kesempatan itu, Juan memberikan bantuan uang kepada korban kebakaran yang terdiri dari Abai, Tomi, Muryadi, Sugito, Muhammad, Supri, Slamet dan Sri. <br /><br />"Saya turut sedih dengan musibah ini dan mudah-mudahan sedikit bantuan dari saya bisa membantu," jelasnya. <br /><br />Ia mengatakan selain bantuan darinya secepatnya dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga akan mengirimkan bantuan. <br /><br />Kebakaran yang terjadi malam itu menghanguskan sedikitnya tujuh rumah warga hingga rata tanah, dua rumah lainnya ikut terjilat api namun tidak mengalami kerusakan parah. <br /><br />Hujan yang lumayan deras ditambah tiupan angin yang cukup kencang membuat api cepat merembet ke rumah-rumah lainnya apalagi rata-rata rumah tersebut berbahan kayu. <br /><br />Warga pun bahu membahu bersama anggota TNI dari Batalyon 642 Kapuas yang markasnya tak jauh dari lokasi kebakaran mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu mobil pemadam kebakaran datang. <br /><br />Hampir dua jam akhirnya api dapat dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran. Lamanya pemadaman juga karena di sekitar lokasi kebakaran sulit diperoleh sumber air. <br /><br />"Saya terbangun mendengar teriakan warga, ketika itu api sudah sangat besar melahap bangunan yang berada di depan rumah saya," kata Anen (29), salah seorang penghuni rumah kontrakan di depan rumah yang terbakar. <br /><br />Warga lainnya, Hendrikus (35) yang bagian belakang rumahnya hanya berjarak 10 meter dari rumah yang terbakar mengatakan begitu mengetahui ada kebakaran, ia dan anggota keluarganya siaga dan sempat mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan. <br /><br />"Kami berjaga karena angin bertiup ke arah lain sehingga lidah api menjauhi rumah kami, tetapi harus kami jaga khawatir angin berbalik arah," jelasnya. <br /><br />Hal yang sama dialami Akiong (32), yang juga harus menjaga rumahnya dari jilatan api. <br /><br />"Jarak api sudah dekat, sementara angin bertiup kencang, barang-barang sudah saya bawa keluar termasuk dagangan. Tidak lama pemadam kebakaran datang hingga api bisa cepat dipadamkan," jelasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>