Pendapatan Serikat Petani Kelapa Sawit Mengalami Kesulitan Hidup Apabila Lockdown

oleh

BOGOR, KN – Wabah virus corona Covid-19 makin meluas keseluruh provinsi di tanah air termasuk provinsi penghasil kelapa sawit. Pilihan untuk lockdown terus dijadikan perdebatan karena terus didorong oleh beberapa kalangan dan tokoh nasional agar Presiden Jokowi segera mengikuti strategi negara lain untuk terapkan lockdown. Namun pilihan lockdown ini sangat mengkuatirkan bagi kehidupan petani kelapa sawit yang sangat bergantung kepada harga CPO dan tidak punya lahan pangan kecuali kebun sawit itu saja.

Kekuatiran para petani sawit disampaikan oleh Mansuetus Darto, sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS). Darto mengatakan, kalau Presiden memilih untuk lockdown maka bisa memperparah kehidupan petani sawit pasalnya mereka tidak punya stok pangan seperti beras, sayur, buah-buahan atau kebutuhan gizi secara umum. Selama ini para petani sawit (plasma dan swadaya) selalu membeli di pasaran. Dari hasil penjualan TBS (Tandan Buah Sawit) mereka membeli kebutuhan makan. Kalau harga sawitpun ikut turun mereka akan kelaparan atau mengurangi pembelian.

Akibat covid-19 ini juga harga TBS mulai perlahan turun. Sebab ada penurunan transaksi perdagangan di negara-negara tujuan ekspor CPO (crude palm oil) yang rata-rata sudah dihantam oleh corona ini seperti Cina, Arab, Eropa.

pilihan lockdown akan makin mempersulit petani karena bisa jadi aktivitas panen akan berkurang, Distribusi pupuk terhambat, peremajaan sawit tidak capai target serta Aktivitas pabrik kelapa sawitpun akan berkurang. Ketika petani tidak bisa lagi panen atau pabrik sawit tidak beroperasi maka petani akan kelaparan, tegas Mansuetus Selasa, (24/03/2020).

Karena itu, Sekjen SPKS ini berharap agar lockdown bukan menjadi pilihan strategi pemerintah karena akan membahayakan 10 juta umat manusia indonesia yang bergantung pada sawit. SPKS Juga berharap agar Pemerintah tetap memberikan jaminan distribusi pangan ke kabupaten dengan harga yang terjangkau, operasional pabrik kelapa sawit tetap dibuka serta menjamin sosialisasi pencegahan covid19 ke desadesa sawit dengan memobilisasi seluruh perusahaan sawit untuk ikut berpartisipasi membantu pemerintah memerangi Korona. (Red/Ma)