Pendidikan Hiv/Aids Perlu Diajarkan Sejak Dini

oleh

Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menyatakan, pendidikan mengenai penyakit HIV/AIDS perlu diajarkan sejak dini kepada para generasi muda baik itu tentang pencegahannya atau resiko apabila terkena penyakit tersebut. <p style="text-align: justify;">"Penyakit HIV/AIDS telah menimbulkan banyak kerugian jiwa dan menghancurkan generasi bangsa, oleh karena itu kami mengajak semua pihak untuk melakukan pencegahan penularannya menjadi lebih luas," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Sanijan S Toembak, di Palangka Raya, Rabu. <br /><br />Menurut dia, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait hal tersebut juga merupakan tantangan nasional, sehingga sangat diperlukan komitmen dari instansi atau lembaga untuk serius menanggulangi masalah tersebut. <br /><br />Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi mengenai bahayanya penyakit tersebut bagi diri sendiri atau orang lain, khususnya kepada para generasi muda yang sangat rentan terlibat pergaulab bebas dan narkotika. <br /><br />"Kami juga sangat bersukur karena berkat kerja keras semua pihak, akhirnya sumber daya untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia selama lima tahun kedepan meningkat," katanya. <br /><br />Selain itu, menurut dia sejak 1 Juli 2010 telah tersedia dana penanggulangan HIV/AIDS secara komprehensip di 33 provinsi dan 150 kabupaten/kota di Indonesia yang bersumber dari APBD, APBN serta bantuan luar negeri. <br /><br />"Namun dana bantuan dari luar negeri tersebut hanya bersifat sementara, dan bukan sumber dana utama karena tanggung jawab pelaksanaan pembangunan kesehatan merupakan kewajiban dari pemerintah sendiri," ujarnya. <br /><br />Sementara itu, ia juga mengingatkan kepada semua pihak jangan melakukan pelecahan dan menghujat kepada penderita penyakit tersebut apabila mengetahuinya, namun harus diberikan dorongan untuk menuju hidup yang lebih baik. <br /><br />"Kami mengingatkan kepada lembaga atau instansi yang menangani masalah kesehatan agar bisa memberikan informasi yang benar dan bertanggung jawab mengenai penyakit HIV/AIDS baik melalui jalur formal atau informal khususnya para generasi muda," jelasnya. <br /><br />Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar jangan sungkan untuk bertanya kepada instansi atau lembaga yang menangani masalah tersebut, dan untuk untuk itu peran aktif ditingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/keluarahan sangat diperlukan agar rakyat Indonesia terhindar dari HIV/AIDS.<strong>(das/ant)</strong></p>