Pengangguran Di Kalsel Capai 108.745 Orang

oleh

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan H. Dimasjaya mengatakan jumlah pengangguran di daerah ini mencapai 108.745 orang atau 5,89 persen dari jumlah penduduk. <p style="text-align: justify;">"Masih tingginya angka pengangguran tersebut antara lain karena pertumbuhan angkatan kerja tidak seimbang dengan ketersediaan lapangan kerja," katanya pada pertemuan dengan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Selain itu, kata dia, tingkat pendidikan angkatan kerja masih jauh dari yang diharapkan. "Sekitar 55,78 persen tingkat pendidikan angkatan kerja di Kalsel adalah sekolah dasar sehingga sulit bersaing dengan angkatan kerja dari luar," katanya.<br /><br />Menurut dia masalah lain adalah keterampilan yang dimiliki tenaga kerja masih rendah sehingga tidak seimbang dengan kebutuhan sumber daya manusia yang diharapkan perusahaan.<br /><br />Ia menambahkan kondisi balai latihan kerja (BLK) belum banyak memberikan andil untuk bisa melatih angkatan kerja tersebut karena keterbatasan sarana dan prasarana.<br /><br />"Kondisi BLK saat ini perlu ditingkatkan karena peralatan banyak yang sudah rusak dan beberapa infrastruktur tidak bisa dimanfaatkan lagi," katanya.<br /><br />Ia mengatakan pihaknya saat ini fokus membina dan mengembangan sumber daya manusia. Beberapa program yang akan dilaksanakan pada 2011 adalah pembinaan kompetensi kerja melalui pelatihan dan pengembangan produktivitas kerja.<br /><br />Selain itu pembinaan penempatan tenaga kerja untuk perluasan kesempatan kerja sektoral maupun regional di dalam dan luar negeri.<br /><br />"Khusus ke luar negeri, secara bertahap kami akan mengurangi pengiriman TKI sebagai pembantu rumah tangga, tetapi tenaga teknis," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini pihaknya sedang serius membangun dan meningkatkan kompetensi lembaga pelatihan yang mampu menghasilkan angkatan kerja yang mahir di bidangnya dan berstandar internasional.<br /><br />"Pada 2011 kami targetkan mencetak 1.700 orang tenaga kerja produktif yang bersertifikat melalui uji keterampilan, pelatihan produktivitas dan pembinaan lainnya," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>