BARITO UTARA, KN – Perayaan Hari Raya Nyepi dan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 di Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, berlangsung khidmat pada Minggu (05/04/2026). Momentum keagamaan umat Hindu ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal tersebut dirayakan dengan menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni menjalani keheningan selama 24 jam sebagai bentuk introspeksi diri. Setelah Nyepi, kegiatan dilanjutkan dengan Dharma Santi, yang merupakan ajang silaturahmi antarumat untuk memperkuat harmoni dan toleransi beragama.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prianto bin Samsuri kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh perwakilannya, Satun, kepada Ketua Panitia Pelaksana Nyepi dan Dharma Santi, Supiansyah, di halaman Rumah Betang Desa Luwe Hulu.
Supiansyah menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menilai kontribusi tersebut sangat berarti dalam mendukung kelancaran kegiatan serta membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Bapak Prianto bin Samsuri. Semoga kebaikan beliau mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan selalu diberikan kesehatan serta kemudahan dalam segala urusan,” ujarnya.
Ia juga mewakili para lansia penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi bukti nyata solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Satun menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat, khususnya para orang tua lanjut usia. Ia menjelaskan bahwa Prianto bin Samsuri secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya, yakni sekitar 2,5 persen setiap tahun, untuk membantu fakir miskin dan lansia.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa uang tunai kepada 30 orang lansia serta delapan dus air mineral. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban penerima dan memberikan manfaat nyata.
“Ini bukan kegiatan insidental, tetapi sudah menjadi komitmen berkelanjutan yang dilakukan setiap tahun. Kami ingin terus hadir membantu masyarakat,” tegas Satun.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan yang dijalankan dalam perayaan Nyepi tidak hanya berhenti pada aspek spiritual, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.












