Peringatan Tsunami ,Sebagian Warga Pesisir Gorut Berjoget

oleh

Peringatan Tsunami di kawasan Indonesia Timur, pasca Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter di Jepang yang juga diperkirakan berlangsung di kawasan pesisir Kabupaten Gorontalo Utara, justru direspon sebagian warga dengan memutar musik keras-keras dan berjoget di beranda rumah. <p style="text-align: justify;">Peringatan Tsunami di kawasan Indonesia Timur, pasca Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter di Jepang yang juga diperkirakan berlangsung di kawasan pesisir Kabupaten Gorontalo Utara, justru direspon sebagian warga dengan memutar musik keras-keras dan berjoget di beranda rumah.<br /><br />Pemandangan ini terlihat Jumat malam di sekitar kawasan pelabuhan Kwandang, Desa Katialada, salah satu titik yang dianggap rawan dan diawasi oleh Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).<br /><br />Dari hasil pemantauan, arena joget diiringi dentuman musik disko ini, berlangsung di sejumlah rumah, dengan jarak yang tidak terlalu berdekatan.<br /><br />Rizal Modanggu (22), salah seorang warga setempat mengaku hal ini dilakukan untuk menenangkan suasana di desa itu, yang pada sore tadi terlihat panik karena isu tsunami itu.<br /><br />"Kami sengaja meramaikan desa ini biar aman, karena banyak warga yang sudah pergi mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, terutama kaum perempuan, orang tua dan anak-anak," kata dia <br /><br />Rominto mosi (28), warga lainnya mengatakan, pada umumnya yang memilih bertahan menjaga dea adalah kaum lelaki, dia membenarkan alunan musik yang berdentum-dentum itu cukup membantu warga lainnya untuk tidak panik.<br /><br />Sementara itu, petugas BMKG yang memantau kondisi air laut di pelabuhan Kwandang, sejak pukul 19.00 Wita, menyatakan wilayah itu aman dari ancaman tsunami.<br /><br />"Tadi air laut sempat tenang selama kurang lebih lima menit, sekitar pukul 19.40 Wita, setelah itu normal kembali," ujar Fatuhri, petugas BMKG.<br /><br />Dia mengatakan, peringatan waspada yang sempat diberlakukan, juga telah dicabut oleh BMKG Pusat, warga setempat diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing. (EKa/Ant)</p>