Kawasan perbatasan terbukti rawan dijadikan sebagai lalu-lintas penyelundupan barang-barang haram, termasuk narkoba. Untuk itu perlu ditingkatkan pengawasan dan kinerja petugas hukum maupun bea cukai. <p style="text-align: justify;">Demikian dikatakan oleh Paolus Hadi SIP Ketu Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Sanggau, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sanggau untuk saat ini. <br /><br />Menurutnya, perlu ada upaya akan memperketat pintu masuk PLB Entikong dengan meningkatkan kewenangan tugas BNNK. Hal itu untuk mengantisipasi penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Apalagi baru-baru ini, telah terungkap penyeludupan narkoba via Entikong bernilai milyaran rupiah.<br /><br />"Kita upayakan BNK lebih konsen terhadap masalah-masalah penyelundupan shabu-shabu dan lainya. Karena selama ini penanganan masalah penyelundupan lebih didominiasi kepolisian dan bea cukai," ungkapnya.<br /><br />Dia mengaku sempat terkejut ketika kepolisian berhasil melakukan penangkapan terhadap penyelundupan shabu-ssabu melalui PLB Entikong. Mengingat kejadian tersebut merupakan kejadian keempat kalinya. Menurutnya, hal ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan sepele, namun sudah sangat serius. Pihak-pihak terkait harus bahu – membahu mencarikan jalan keluar dalam persoalan ini.<br /><br />“BNNK dan Pemkab Sanggau merasa sangat terpukul dengan terungkapnya narkoba dalam jumlah besar dan menghebohkan tersebut. Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah,” pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>














