Perkuat Kelembagaan Masjid Menuju Pemberdayaan Ekonomi Umat

oleh

Melawi (Kalimantan-News) – Untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi ummat berbasis Masjid untuk penguatan Kelembagaan, program dan Partisipasi Lintas Sektor, maka Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi, Universitas Tanjung Pura melaksanakan Preliminalirily Session and Focus Group Discussion, Kamis (26/9/2019) di Masjid Raya Mujahidin.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pengurus DMI Kabupaten/kota yang ada DI Kalbar, serta sejumlah peserta yang terdiri dari berbagai Masjid yang ada di seluruh Kabupaten/kota di Kalbar. Yang mana kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, MM.,MH yang juga merupakan Ketua PWDMI Provinsi Kalbar. Dalam sambutannya Norsan mengajak kepada seluruh Pengurus Daerah DMI Kabupaten/kota untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat. Penguatan dalam kelembagaan, perbaikan administrasi masjid dan perbaikan diri setiap lini yang membantu kemajuan masjid. “Minimal pada setiap kabupaten/kota ada satu masjid yang menjadi induk dari pergerakan atau pemberdayaan ekonomi umat. Karena hari ini masjid harus menjadi tumpuan ummat Islam,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Masjid As Shobirin selaku salah satu peserta dari Melawi pada kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan tersebut sangatlah penting. Mengingat banyaknya masjid-masjid baru dengan pengurus baru yang masih memerlukan pembinaan terhadap kelembagaan masjid. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur diadakannya kegiatan pembinaan dan pelatihan seperti ini. Sehingga kami yang penuh dengan keterbatasan Ilmu bisa mendapatkan ilmu baru mengenai kelembagaan Masjid,” ungkapnya menghubungi via telepon.
Sementara itu ketua DMI Kabupaten Melawi, H Dadi Sunarya Usfa Yursa, mengatakan bahwa Masjid- Masjid Melawi harus menjadi pusat pemberdayaan Ekonomi Ummat. “Maka dalam hal ini kami sebagai Pengurus Daerah Dewan Masjid Kabupaten Melawi sangat berharap masjid masjid yang berada di pusat Kota mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, dalam memperkuat ekonomi umat pada masjid-masjid, perlu adanya tahapan yang harus dilakukan. Terutama dari lembaga itu sendiri hingga berkembang hingga kepada umat-umat di seputaran masjid. “Tentu kita harus kuatkan dulu secara kelembagaannya, kemudian menginovasi program, serta membangkitkan partisipasi dari pada jamaah Masjid. Karena Masjid juga merupakan awal dari pada kebangkitan Umat,” paparnya. (Dedi/KN)