Persediaan Beras Untuk Bencana Tinggal 10 Ton

oleh

Persediaan beras untuk membantu warga korban bencana di Kabupaten Pandeglang, Banten, tinggal 10 ton dan disimpan di gudang Perum Bulog Sub Divisi Regional Lebak-Pandeglang. <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;">Persediaan beras untuk membantu warga korban bencana di Kabupaten Pandeglang, Banten, tinggal 10 ton dan disimpan di gudang Perum Bulog Sub Divisi Regional Lebak-Pandeglang. <br /> <br /> "Persediaan beras untuk bencana tinggal 10 ton, dan siap disalurkan jika ada permintaan dari kecamatan yang terkena bencana," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Pandeglang Anwar Fauzan di Pandeglang, Rabu. <br /> <br /> Menurut dia, pekan lalu telah disalurkan beras sebanyak 4,5 ton, untuk membantu warga korban banjir di Kecamatan Patia, Sukaresmi dan Pagelaran. <br /> <br /> "Masing-masing kecamatan kita bantu 1,5 ton, dan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan korban banjir," katanya. <br /> <br /> Wilayah tersebut dilanda banjir menyusul hujan turun cukup deras dalam dua hari terakhir ini. <br /> <br /> Pengiriman bantuan, kata dia, didasarkan surat permintaan dari camat setempat. Sampai saat ini baru tiga kecamatan itu yang telah mengajukan permintaan. <br /> <br /> Terkait dengan kecamatan lain yang juga dilanda banjir, seperti Panimbang, menurut dia, sampai saat ini belum ada pengajuan bantuan dari pihak kecamatan setempat. <br /> <br /> "Harus ada pengajuan dulu, walaupun masih ada kecamatan lain yang dilanda banjir, jika tidak ada permintaan kami tidak bisa menyalurkan bantuan," katanya. <br /> <br /> Disnakertransos, kata dia, tidak bisa menyalurkan beras untuk membantu korban banjir tanpa ada permintaan dari camat setempat. <br /> <br /> "Aturannya memang seperti itu. Bantuan baru bisa disalurkan setelah ada permintaan dari camat setempat. Kalau tidak ada permintaan, kita tidak bisa menyalurkan sendiri," ujarnya. (Eka/Ant) <br /></span></p>