Pertambangan Terbesar Topang PDRB Kalsel 2010

oleh

Sektor pertambangan merupakan yang terbesar dalam menopang produk domestik regional bruto Kalimantan Selatan pada tahun anggaran 2010. <p style="text-align: justify;">Hal itu terungkap dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun anggaran 2010, demikian dilaporkan dari Banjarmasin, Rabu.<br /><br />Dalam LKPj 2010, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut, 5,58 persen lebih tinggi dari 2009 yang hanya sebesar 5,29 persen.<br /><br />Sementara sektor-sektor yang menopang produk domestik regional bruto (PDRB) Kalsel pada 2010, persentase terbesar dari pertambangan 21,91 persen, kemudian pertanian 21,33 persen, perdagangan, hotel dan restoran 15,30 persen.<br /><br />Selain itu, sektor jasa-jasa 10,93 persen, industri 9,58 persen, pengangkutan dan komunikasi 9,09 persen, bangunan/konstruksi 6,10 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 0,59 persen, ungkapnya dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya, Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah.<br /><br />Pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang berlangsung di Banjarmasin, Senin (28/3), yang dihadiri tiga wakil ketua dewan itu, Gubernur Rudy Ariffin juga mengungkap PDRB 2010 di provinsinya yang kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa tersebut.<br /><br />PDRB perkapita di Kalsel 2010 mencapai Rp15,94 juta dengan lanju peningkatan sebesar 11,46 persen dibandingkan PDRB perkapita tahun 2009 yang hanya Rp14,30 juta, ujar gubernur dua periode itu.<br /><br />Mengenai ekspor Kalsel 2010, dia mengungkapkan, dari segi nilai mencapai 6,5 miliar dolar AS lebih atau naik sebesar 24,60 persen dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya 5,2 miliar dolar lebih.<br /><br />Primadona ekspor Kalsel 2010 juga masih didominasi produk tambang dengan nilai 5,6 miliar dolar lebih, kemudian produk sawit dan turunannya 488 juta dolar lebih, serta produk kayu 296,5 juta dolar lebih.<br /><br />Kemudian produk karet alam 139 dolar juta lebih, produk rotan 18,7 juta dolar lebih, produk perikanan enam juta dolar lebih dan produk lain-lain 2,9 juta dolar lebih.<br /><br />Sedangkan tujuan ekspor antara lain China, Jepang, India, Taiwan dan Korea Selatan, demikian Rudy Ariffin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>