Pertamina Kalbar Berencana Relokasi Depot Siantan

oleh

Pertamina Wilayah Kalimantan Barat, berencana melakukan relokasi Depot Siantan karena pasokan bahan bakar minyak dari Kilang Plaju Sumatera Selatan, sering terganggu pasang-surut air Sungai Kapuas Pontianak. <p style="text-align: justify;">"Kami sebenarnya sudah lama memikirkan dan berencana untuk merelokasi Depot Siantan ke kawasan yang bisa dijangkau dengan mudah dan tidak terganggu pasang-surut sungai," kata Sales Area Manager Pertamina Kalimantan Barat Ibnu Chouldum di Pontianak, Jumat (18/03/2011).<br /><br />Ia menjelaskan, belajar dari pengalaman sebelumnya, pasokan BBM di Depot Siantan terlambat hingga beberapa minggu karena alur Sungai Kapuas tidak bisa dilewati tanker pengakut BBM kapasitas 2.500 hingga 3.000 kiloliter akibat tenggelamnya kapal layar motor Rahmatia Sentosa. Kapal tersebut bertabrakan dengan KM Waweh sehingga berdampak pada terganggunya pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Kalbar.<br /><br />"Kami berharap, kasus serupa tidak terulang lagi, karena dampaknya cukup besar bagi distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Kalbar," kata Ibnu.<br /><br />Pertamina Kalbar, telah mengusulkan lokasi akan dibangunnya Depot baru, tetapi terhalang oleh kebijakan Pertamina pusat. "Kami sudah mengajukan relokasi tersebut jauh hari, tetapi belum ada tanggapan," ujarnya.<br /><br />Kuota BBM bersubsidi jenis premium di Provinsi Kalbar 2010 sekitar 385 ribu kilo liter/tahun atau naik sebesar lima persen 2011 menjadi sekitar 404 ribu kilo liter/tahun.<br /><br />Sementara untuk kuota BBM jenis solar bersubsidi 2010 sekitar 218 ribu kilo liter/tahun atau naik 9 persen dibanding 2011 menjadi 247 ribu kilo liter/tahun.<br /><br />"Meski sudah ditambah realisasinya permintaan rata-rata naik di atas kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah," kata Ibnu.<br /><br />Pertamina Wilayah Kalbar saat ini sedang memprioritaskan pasokan bahan bakar minyak jenis premium dan solar ke Depot Sintang yang saat ini belum stabil.<br /><br />Selain di Kota Pontianak, kondisi normal juga terjadi di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas, sehingga Pertamina memfokuskan pengiriman BBM ke Depot Sintang untuk distribusi BBM di wilayah perhuluan Kalbar, katanya.<br /><br />Pertamina memprediksikan pasokan dan stok BBM di perhuluan Kalbar baru bisa normal sepekan mendatang, kata Ibnu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>