Sektor pertanian Kotabaru, Kalimantan Selatan diharapkan mampu menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) daerah itu hingga tiga persen, dari Rp262,6 miliar 2010 menjadi Rp272,8 miliar pada 2011. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pertanian Kotabaru, H Zuhairil Anwar MM, Selasa, menyatakan, sumbangan tersebut berupa peningkatan hasil produksi pertanian, misalkan padi, jagung, kedelai, dan kacang tanah.<br /><br />Dia menjelaskan, melalui kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi, diharapkan produksi padi terjadi peningkatan hingga 88.098 ton pada 2011.<br /><br />Produksi jagung sebesar 16.199 ton, produksi kedelai 2.544 ton, dan produksi kacang tanah menjadi 1.857 ton.<br /><br />Menurut Zuhairil, upaya dinas pertanian untuk meningkatkan ekonomi petani di daerah pada APBD 2011 dilakukan dengan kegiatan peningkatan produksi pertanian.<br /><br />Diantaranya, melalui cetak sawah baru seluas 800 hektare, dan pembukaan lahan kering seluas 350 hektare.<br /><br />Serta peningkatan mutu intensifikasi seluas 7.500 hektare dengan pola sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT).<br /><br />Sementara itu, berdasarkan data 2008, perekonomian Kotabaru mempunyai prospek cukup bagus, dilihat dari rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2001-2005 mencapai 6,18 persen per tahun, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.<br /><br />Pertumbuhan ini lebih didorong oleh tingginya tingkat struktur ekonomi Kotabaru pada sektor pertanian dan sektor pertambangan yang pertumbuhannya rata-rata sebesar 5,77 persen per tahun dan 8,77 persen per tahun.<br /><br />Penciptaan iklim usaha yang sehat dalam prakteknya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Tetapi, tidak selalu berhubungan positif dengan kegiatan investasi.<br /><br />Fenomena ini dapat dicermati dari data posisi kredit rupiah dan valuta asing bank umum dari lembaga perbankan yang beroperasi di Kabupaten Kotabaru. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











