Pertaubatan JAI Karena Ingin Bergaul Dengan Masyarakat

oleh

Pertaubatan lima orang Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, karena ingin bergaul dengan masyarakat umum di daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">Pertaubatan lima orang Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, karena ingin bergaul dengan masyarakat umum di daerah tersebut.<br /><br />"Lima orang yang sudah bertaubat di Kecamatan Kalipucang itu karena mereka merasa butuh pergaulan dengan orang lain," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalipucang, H Zaki Komarudin, kepada wartawan, Selasa.<br /><br />Munculnya keinginan bertaubat karena butuh pergaulan dengan masyarakat lain, kata Zaki berawal ketika salah seorang jemaah Ahmadiyah meninggal dunia yang tidak boleh dimakamkan di tempat pemakaman umum.<br /><br />Pelarangan tersebut karena khawatir timbul permasalahan baru di masyarakat hingga akhirnya pihak keluarga yang meninggal memutuskan untuk dimakamkan di tanah keluarga.<br /><br />"Kalau dimakamkan takut jadi masalah jika dicampur adukan, akhirnya mereka menyadari dan dimakamkan di tanah sendiri," kata Zaki.<br /><br />Bahkan setelah selesai pemakaman kata Zaki keluarga duka jemaah Ahmadiyah merasa ada yang ganjil karena tidak ada masyarakat yang hadir melakukan tahlilan atau menyatakan bela sungkawa.<br /><br />Akhirnya, keluarga jemaah Ahmadiyah tersebut, kata Zaki mengundang masyarakat untuk menggelar tahlilan mendoakan orang yang meninggal dunia yang dipimpin langsung oleh ustad setempat.<br /><br />"Berawal dari sana mereka (Ahmadiyah) akhirnya merasa butuh pergaulan seperti orang lain," kata Zaki yang selama ini terus bekerja keras dengan menggelar dakwah tentang ajaran agama Islam yang sebenarnya kepada masyarakat.<br /><br />Para jemaah Ahmadiyah yang sudah bertaubat berdasarkan keinginan sendiri tanpa ada paksaan dari pihak luar itu, kata Zaki selain ingin bergabung dengan masyarakat karena merasa salah telah menganut ajaran sesat.<br /><br />"Jadi kalau seperti ini tidak bisa bergabung dengan orang lain, akhirnya mereka sadar dan mau bertaubat," katanya.<br /><br />Sementara itu menurut Zaki Kecamatan Kalipucang merupakan daerah terbanyak jemaah Ahmadiyah di tingkat Kabupaten Ciamis, yang tercatat sebanyak 47 orang.<br /><br />Dari 47 orang tersebut kata Zaki hanya 25 orang warga asli Kecamatan Kalipucang lima orang sudah taubat dan sisanya jemaah warga asal Jawa Tengah.<br /><br />"Sekarang yang taubat sudah tercatat lima orang, tapi kita diperkirakan akan terus bertambah jemaah Ahmadiyah yang mau bertaubat," kata Zaki. (Eka/Ant)</p>