Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengimbau seluruh peserta ujian nasional tingkat SMA/sederajat untuk mengabaikan isu-isu terkait adanya soal ujian yang bocor. <p style="text-align: justify;">"Jangan percaya isu-isu kebocoran soal ujian nasional (UN) yang biasanya dijanjikan oleh sebagian oknum tidak bertanggungjawab. Jika ada peserta UN yang menerima kunci jawaban UN sebaiknya diabaikan saja," kata Paryadi, di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurut Paryadi, setiap tahun menjelang pelaksanaan UN, pasti ada isu kebocoran soal dan kunci jawaban. Biasanya oknum tersebut berdalih mengetahui isi soal dan jawabannya.<br /><br />"Padahal, kunci jawabannya bohong," tegas Paryadi.<br /><br />Untuk itu, ia mengimbau, agar peserta UN belajar lebih giat, sehingga saat UN nanti bisa mengerjakan soal dengan mudah dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.<br /><br />"Percaya lah pada diri sendiri dengan rajin belajar menjelang UN. Jangan terkecoh dengan isu kebocoran kunci jawaban," kata Paryadi.<br /><br />Dia juga berharap, orang tua siswa dapat mengawasi dan memantau belajar anak, terutama siswa SMA/sederajat yang akan mengikuti UN 2011.<br /><br />Selain itu, kata dia, kepergian anak dari rumah, juga harus diperketat. Jangan sampai aktivitasnya diluar rumah justru mengganggu belajar mereka menjelang UN.<br /><br />"Bagi orang tua yang mempunyai kemampuan biaya, ikutsertakan anak pada lembaga bimbingan belajar, merupakan hal positif yang bisa mendukung prestasi anak," katanya.<br /><br />Data Dinas Pendidikan Kota Pontianak, mencatat peserta UN tingkat SMA/sederajat 2010/2011 sebanyak 8.786 siswa, terdiri dari SMA/MA 5.534 orang, dan SMK 3.252 orang, jadwal ujian SMA/sederajat, yakni ujian utama pada 18-21 April, ujian susulan 25-28 April, dan pengumuman kelulusan UN 16 Mei.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi menargetkan, kelulusan UN tingkat SMA/sederajat tahun ajaran 2010/2011 mencapai 100 persen.<br /><br />"Kami berharap para peserta UN lulus semua," kata Mulyadi.<br /><br />Disdik, kata dia, telah melakukan berbagai cara agar target tersebut bisa tercapai.<br /><br />Contoh, ujarnya, melaksanakan ujian persiapan menjelang UN bahkan setiap sekolah diminta untuk mengadakan pelajaran tambahan terhadap mata pelajaran UN, kata Mulyadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














