Home / Tak Berkategori

Petani Barut Perbaiki Saluran Irigasi Secara Swadaya

- Jurnalis

Rabu, 6 April 2011 - 00:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani padi sawah di wilayah Desa Terinsing, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, melakukan perbaikan saluran irigasi primer yang jebol secara swadaya. <p style="text-align: justify;">"Petani memperbaiki sendiri saluran irigasi yang mengalami kerusakan itu guna mengahadapi musim tanam April-September 2011," kata seorang petani Desa Terinsing Kecamatan Teweh Tengah, Senen, ketika berada di Muara Teweh, Rabu.<br /><br />Ia mengatkan, saat ini petani di daerah itu telah dilakukan penyemaian bibit padi.<br /><br />Menurut Senen, saluran irigasi primer yang jebol itu terjadi pada bagian kanan yang sebelumnya sepat ditangani secara darurat oleh Dinas Pekerjaan Umum Barito Utara, namun karena tidak maksimal saluran itu jebol kembali.<br /><br />Saluran irigasi sepanjang 3,20 kilometer itu, kata dia, merupakan sarana dan prasarana kebutuhan air bagi lahan persawahan petani setempat.<br /><br />"Mengingat saat ini musim tanam April – September sudah dilakukan, sementara perbaikan secara permanen dari dinas terkait belum bisa segera dilakukan sehingga untuk sementara kami perbaikan secara swadaya oleh petani setempat," katanya.<br /><br />Petani setempat meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan saluran irigasi secara permanen, sehingga tanaman padi sawah musim tanam April – September tahun ini tidak kesulitan air.<br /><br />Sementara Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Rosmadianor mengatakan lahan persawahan di Desa Terinsing merupakan salah satu kawasan dari tiga desa lainnya di wilayah Kecamatan Teweh Tengah yang menjadi lokasi pengembangan padi hibrida varietas bernas super.<br /><br />Tiga desa itu selain Terinsing juga Desa Trahean dan Transbangdep dibuka lahan seluas 60 hektare untuk pengembangan tanaman padi hibrida.<br /><br />"Pada tiga desa itu memang diprioritaskan pengembangan padi hibrida terutama pada musim tanam April – September tahun ini," katanya.<br /><br />Rosmadianor mengatakan, jenis padi itu cocok dikembangkan saat menghadapi musim tanam April – September karena lahan yang dibuka sedikit namun hasilnya cukup banyak dibanding varietas lainnya.<br /><br />Bibit padi hibrida itu, kata dia, berasal dari bantuan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) seluas 50 hektare dan APBD kabupaten seluas 10 hektare.<br /><br />"Pengembangan padi yang berhasil diuji coba pada lahan persawahan di wilayah Kecamatan Teweh Tengah pada musim tanam tahun lalu merupakan salah upaya untuk peningkatan hasil produksi padi di daerah ini," katanya.<br /><br />Dia mengatakan, uji coba padi hibrida pada musim tanam April-September 2010 seluas 75 hektare di Desa Trahean dan Transbangdep, Kecamatan Teweh Tengah dengan hasil produktifitas cukup tinggi sekitar 6,1 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.<br /><br />Sementara varietas unggul nasional lainnya seperti ciherang hanya berkisar tiga hingga empat ton GKP per hektarnya.<br /><br />"Meski mengembangkan padi hibrida, petani juga tetap menggunakan padi varietas ciherang yang sudah cocok dikembangkan warga di sejumlah sentra padi sawah di daerah ini," jelasnya.<br /><br />Pada musim tanam April-September tahun ini luas lahan yang akan dibuka dengan sasaran luas panen 310 hektare tersebar di sentra padi sawah di Kecamatan Teweh Tengah yakni Desa Trahean, Transbangdep dan Trinsing sekitar 60 hektare.<br /><br />Kemudian di Kecamatan Gunung Timang hanya dibuka di Desa Rarawa, Walur dan Ketapang serta Kecamatan Montallat di Desa Pepas, Tumpang Laung I, Tumpung Laung II dan Kelurahan Montallat masing-masing 100 hektare, sedangkan Kecamatan Teweh Timur 50 hektare.<br /><br />Padi yang dikembangkan di luar sentra padi sawah Kecamatan Teweh Tengah menggunakan varietas padi sawah jenis ciherang, nekonggo,imvari 2 dan invari 10.<br /><br />"Luas sasaran tanaman padi pada musim tanam April-September ini memang berkurang dibanding Oktober- Maret karena biasanya memasuki musim kemarau, sehingga petani hanya membuka lahan persawahan pada daerah tertentu," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB