Petani Karet Banjar Menjerit Harga Anjlok

oleh

Petani karet di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan menjerit akibat harga lum atau karet baru disadap yang anjlok hampir 50 persen dari harga sebelumnya. <p style="text-align: justify;">"Harga jual karet sejak setengah bulan terakhir mulai turun hingga 50 persen lebih dari harga biasanya," ujar Rasid, salah seorang petani karet yang tinggal di Desa Mengkaok Kecamatan Pengaron, Rabu (23/03/2011).<br /><br />Menurut dia, pengumpul karet hasil sadapan petani hanya mau membeli di kisaran harga Rp7 ribu per kilogram dari harga normal yang berlaku sebelum terjadinya penurunan sebesar Rp14 ribu per kilogram.<br /><br />Ia mengatakan, dirinya beserta petani karet di desa itu terpaksa terus menyadap karet meski pun harga di tingkat pengumpul jauh menurun dibanding harga sebelumnya.<br /><br />"Mau bagaimana lagi, terpaksa kami terus menyadap karet meski pun harganya turun karena mata pencaharian sehari-hari hanya diperoleh dari hasil penjualan karet," ungkapnya.<br /><br />Dikatakan, keluhan yang disampaikan bukan hanya berlangsung di desa setempat tetapi juga terjadi di desa-desa lain terutama penghasil karet seperti di Kecamatan Karang Intan, Simpang Empat, Mataraman, dan Astambul.<br /><br />Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banjar Edy Hasbi melalui Kabid Perkebunan, Ir Affani membenarkan, kalau harga lum karet di seluruh Kalsel mengalami penurunan.<br /><br />"Hampir di seluruh wilayah Kalsel harga lum karet mengalami penurunan karena terjadinya pengaruh global yang berlangsung saat ini sehingga kami pun tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, diduga ada tiga faktor yang menjadi penyebab penurunan yakni adanya pergolakan di kawasan Timur Tengah, gempa bumi dan tsunami di Jepang dan adanya penguatan nilai tukar rupiah.<br /><br />"Kami menilai, ketiga faktor itu sangat mempengaruhi ekspor karet sehingga dampaknya dirasakan langsung petani yang menjual karet kepada pengumpul," kata dia.<br /><br />Ditambahkan, pihaknya hanya menghimbau masyarakat dan petani karet bersabar karena kondisi yang tengah berlangsung saat ini merupakan dampak yang dirasakan masyarakat internasional.<br /><br />"Kami menghimbau masyarakat dan petani karet bersabar serta berdoa agar krisis yang terjadi bisa segera berakhir sehingga harga karet bisa kembali normal," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>