Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI Marwan Jafar mengatakan, banyak elit partai politik yang seringkali memperkeruh suasana dengan pernyataan-pernyatannya yang tanpa dasar. <p style="text-align: justify;">Elit parpol itu, menurut dia di Jakarta, Rabu (29/12/2010), tidak tahu bahwa sudah ada kesepakatan untuk hal tertentu, namun justru mengelurkan pernyataan yang berseberangan dengan keputusan yang telah diambil sebelumnya. <br /><br />"Seperti pada pembahasan RUU Yogyakarta, di setgab sudah ada kesepakatan bahwa akan dibentuk tim kecil dan Pak Ical menjadi ketua tim kecil tersebut. Utusan Golkar pun telah setuju. Tapi besoknya Priyo dan Idrus membantah hal itu. Mereka gak ikut rapat tapi ikut mengomentari. Ini yang seringkali jadi kacau," tegasnya. <br /><br />Selama ini, menurut dia, seluruh agenda sudah dituntaskan di setgab, namun karena adanya masing-masing dari elit-elit partai itu memiliki agenda sendiri, hasilnya terkesan setgab tidak kompak. <br /><br />"Ini seperti orang-orang yang baru memasuki masa pubertas yang sering cari-cari perhatian," katanya. <br /><br />Elit-elit parpol seperti, kata Marwan, juga sering mencatut nama-nama elit partai lain seperti dari PKB dan PAN. Hal ini jelas sangat tidak mengenakkan karena dikesankan bahwa PKB dan PAN pun berseberangan dengan koalisi, meski pun hal itu tidak pernah dilakukan. <br /><br />"Kita gak pernah diajak bicara namun nama kita sering dicatut. (Akibatnya) PKB dinilai paling tidak konsisten mendukung koalisi. PKB tidak akan melubangi kapal yang ditumpangi bersama," katanya. <br /><br />Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Taufik Kurniawan juga mengajak pimpinan Partai Politik Pendukung Pemerintahan SBY-Boediono untuk bersikap tenang dan tidak lagi melontarkan pernyataan yang dapat memicu konflik di internal koalisi. <br /><br />Taufik Kurniawan kepada pers di Jakarta, Selasa, menganggap pernyataan yang keluar sudah dapat dikategorikan sebagai tindakan yang "melubangi perahu sendiri". <br /><br />"Saya mengamati terkait koalisi, nampaknya sudah mengarah ke tindakan yang melubangi kapal sendiri. Kapal ini kan kita gunakan untuk mencapai tujuan menyejahterakan rakyat, janganlah dilubangi, karena kalau demikian selain tujuan bisa tidak tercapai, kita bersama pun bisa tenggelam," ujar Taufik. <br /><br />Taufik mengaku memahami jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kecewa dengan kondisi ini. <br /><br />Karena itu dirinya mengharapkan kesadaran partai-partai koalisi dengan tujuan berkoalisi, yaitu menghimpun segala sumber daya demi mencapai tujuan bersama bangsa ini. <br /><br />"Wajar kalau Presiden kecewa dengan kondisi ini. Saya harapkan semua partai koalisi merespon kekecewaan SBY terkait lemahnya soliditas koalisi," katanya. <br /><br />Dia juga mengharapkan tidak lagi muncul konflik di internal koalisi. "Kalau mengkritik yang konstruktif. Seyogyanya teman koalisi tidak melempar permasalahan koalisi ke luar," ujar Wakil Ketua DPR ini. <br /><br />PAN memilih mengikuti pola koalisi yang sudah terbangun. PAN berharap semua partai koalisi memahami konsep awal pembangunan setgab koalisi. "Kita `back to basic`, koalisi ini untuk menyamakan pendapat untuk situasi yang fundamental. Kalau yang fundamental kita tidak satu suara ya buat apa ada koalisi," kata Taufik. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















