PLN Kalbar Kaji Pemadaman Kawasan Permainan Layang-Layang

oleh

PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat mengkaji kemungkinan pemadaman listrik di kawasan yang diketahui terdapat permainan layang-layang menggunakan benang dari kawat. <p style="text-align: justify;"><br />"Jadi, kalau ada yang main layang-layang menggunakan benang dari kawat, maka di daerah itu aliran listriknya dipadamkan," kata Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PLN Wilayah Kalbar M Doing di Pontianak, Rabu (05/01/2011). <br /><br />Namun, lanjut dia, tindakan itu tidak serta merta dilakukan karena akan disosialisasikan secara intensif terlebih dahulu. <br /><br />Selain itu, harus ada dukungan dari pihak eksekutif maupun legislatif Kota Pontianak. <br /><br />Ia menambahkan, Pontianak sebenarnya sudah mempunyai Peraturan Daerah No. 3 Tahun 1999 yang mengatur tentang permainan layang-layang. <br /><br />"Tetapi harus diakui Perda tersebut belum terasa dampaknya secara signifikan," kata dia. <br /><br />Di Perda No. 3 Tahun 2009 itu sendiri, ancaman hukuman bagi pelanggar adalah tiga bulan kurungan dan denda maksimal Rp50 juta. <br /><br />M Doing mengatakan, saat ini pihaknya masih mengedepankan kerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak dalam merazia pemain layang-layang. <br /><br />Layang-layang yang menggunakan benang dari kawat dapat mengganggu suplai listrik karena memicu terjadinya hubungan singkat di jaringan. <br /><br />Sejumlah kasus kematian karena layang-layang pernah terjadi di Pontianak dan sekitarnya. Pada Oktober 2010, ada satu warga yang tewas karena tersengat aliran listrik yang mengalir dari benang layang-layang yang menggunakan kawat. <br /><br />Beberapa tahun lalu, juga ada pelajar yang tewas karena lehernya terjerat tali layang-layang yang dilapis serpihan serbuk kaca. <strong>(phs/Ant)</strong></p>