PLN Menargetkan Pasang 1.000 Listrik Prabayar

oleh

PT Perusahaan Listrik Negara Ranting Banjarbaru Cabang Banjarmasin, Kalimantan Selatan menargetkan pemasangan baru listrik melalui sistem listrik prabayar sebanyak 1.000 unit. <p style="text-align: justify;">"Target pemasangan baru menggunakan sistem listrik prabayar (LPB) sepanjang 2011 sebanyak 1.000 unit dan kami optimistis target itu tercapai," ujar Kepala PT PLN Ranting Banjarbaru Nayusrizal, Selasa. <br /><br />LPB merupakan produk layanan PLN di mana pelanggan membeli kWh (stroom) di muka, kemudian dimasukkan ke meter prabayar (MPB) yang berfungsi sebagai pengendali dan pengukur pemakaian listrik. <br /><br />Ia mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan produk terbaru berupa LPB kepada pelanggan baru maupun pelanggan lama yang ingin pindah ake sistem baru tersebut. <br /><br />"Respon masyarakat terhadap produk baru itu cukup tinggi sehingga kami terus mensosialisasikan baik kepada pelanggan baru maupun pelanggan lama yang mau migrasi," katanya. <br /><br />Menurut dia, jumlah pelanggan yang sudah menggunakan sistem LPB di Banjarbaru mencapai 119 rumah dan jumlahnya diperkirakan semakin meningkat seiring tingginya permintaan penyambungan listrik baru. <br /><br />Disebutkan, pelanggan yang menggunakan sistem LPB itu tersebar di beberapa lokasi yakni di kantin depan bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan Komplek Perumahan Griya Mawar. <br /><br />"Sebanyak 119 pelanggan LPB itu termasuk 67 rumah di Komplek Wengga Trikora V yang meterannya sudah siap dipasang dan tinggal menunggu kesepakatan antara warga dengan PLN sebagai pemasang sambungan baru," ujarnya. <br /><br />Ia menjelaskan, cukup banyak keuntungan yang didapat pelanggan apabila menggunakan sistem LPB seperti dapat memonitor dan pengendalikan pemakaian listrik. <br /><br />Sistem LPB juga memberikan kenyamanan privasi disamping tidak ada kesalahan baca meter, pemutusan atau bongkar serta dapat membeli stroom atau token isi ulang seperti mengisi pulsa telepon genggam. <br /><br />Pembelian stroom atau token isi ulang mudah dengan nominal yang dikehendaki pada loket PPOB, ATM, SMS banking, internet banking dan ltidak ada masa kadaluarsa stroom yang sudah disikan ke MPB. <br /><br />"Pelanggan juga tidak dikenakan biaya beban atau energi minimum karena saldo kWh berkurang sesuai jumlah pemakaian energi listrik setiap pelanggan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>