PMI Kutai Timur Kelebihan Stok Darah

oleh

Palang Merah Indonesia Cabang Kutai Timur, Kalimantan Timur mampu memroduksi darah sekitar 120 kantong setiap bulannya, sementara kebutuhan tidak sampai sebanyak jumlah itu. <p style="text-align: justify;">"Dari jumlah produksi 120 kantong setiap bulannya terbesar adalah jenis darah O, disusul darah B, sedangkan jenis darah A+B sangat jarang," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia Cabang Kutai Timur, Darmaji P Darsono, Rabu <br /><br />Menurut Darmaji P Darsono, kebutuhan darah dirumah-rumah sakit Sangata masih rendah, yakni hanya 50-70 kantong darah setiap bulan sedangkan produksi darah cukup signifikan makanya kita kelebihan stok. <br /><br />"Kelebihan stok darah di PMI Cabang Kutai Timur itu disaluran ke rumah-rumah sakit di Samarinda yang membutuhkan,"kata Darmadji, disela-sela mengikuti upacara hari HIV/AIDS Sedunia di Bukit Pelangi Sangata <br /><br />Di Kutai Timur ini PMI tidak kesulitan memperoleh darah, karena banyak yang mendonorkan darahnya, terutama dari karyawan perusahaan swasta <br /><br />"Setiap tahun banyak perusahaan berulang tahun dan rata-rata dalam rangka peringatan ulang tahunnya para karyawannya melaksanakan bhakti sosial dengan donor darah,"katanya <br /><br />Selain karyawan swasta yang mempunyai peran besar sebagai penyumbang darah terbesar untuk PMI Cabang Sangata, juga TNI dari Kodim 0909/Sangatta hingga Koramil, TNI Angkatan Laut, Polri dan Satpol PP <br /><br />TNI, Polri dan Satpol PP juga aktif mengadakan bhakti sosial setiap ulang tahun, bahkan ada bisa sampai 2 kali setahun mendonorkan darahnya <br /><br />"Kami sangat apresiasi dengan kegiatan donor darah masyarakat di Kutai Timur cukup tinggi. Hal itu dilakukan sebagai kepedulian mereka terhadap kemanusiaan," katanya <br /><br />Meski kelebihan stok darah, namun PMI Kutai Timur tetap memprirotaskan kebutuhan lokal Kutai Timur kemudian memenuhi permintaan dan kebutuhan rumah sakit di Samarinda <br /><br />"Kami belum pernah mengirim darah ke daerah lain karena permintaan belum ada termasuk untuk korban bencana," ujarnya.<strong>(das/ant)</strong></p>