PMKRI Landak Resmi Jadi Cabang Definitif, Fransiskus Lori: Terimakasih dukungan Semua Pihak

oleh
oleh

PMKRI Landak Resmi Jadi Cabang Definitif. Fransiskus Lori: Terimakasih dukungan semua pihak.

PONTIANAK, KN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Calon Cabang Landak berdiri pada 17 Desember 2021 lalu yang mana dijajaki oleh cabang pendamping yaitu PMKRI Cabang Pontianak. Dengan usia yang sangat muda bagi sebuah organisasi besar seperti PMKRI, calon cabang landak terbilang aktif dalam melaksanakan kegiatan, baik itu formal maupun non formal organisasi.

Hal tersebut dibuktikan dengan proses kaderisasi yang baik, seperti Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) yang mana dilakukan setiap tahunnya. Tidak sampai disitu, calon cabang landak juga melaksanakan dan mengikuti jenjang pendidikan formal PMKRI yaitu MABIM dan LKK. Begitu pula dengan kegiatan non formal yang dilaksanakan oleh regio atau nasional, calon cabang landak selalu membersamai cabang lain dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan.

Fransiskus Lori akrab di sapa lori, seorang pemuda dayak Belangin yang lahir di Dusun Bareh, Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat ini menjadi ketua presidium PMKRI calon cabang landak pertama sekaligus menjadi pelopor dari perjuangan berdirinya organisasi mahasiswa katolik ini di kota intan, ngabang.

Lori menyampaikan bahwa banyak sekali rintangan dan tantangan selama ia menjadi ketua presidium sehingga dirinya perlu extra kerja keras dalam menjalankan roda organisasi.

“Kalau ditanya masalah rintangan dan tantangan, tentunya banyak sekali. Saya harus mulai mengenalkan apa itu PMKRI kepada mahasiswa di kampus saya, karena sebagai organisasi baru di kabupaten landak pengetahuan para mahasiswa dalam memahami PMKRI tentu sangat terbatas. Belum lagi saya harus komunikasi dengan semua pihak terkait dalam rangka mendapatkan dukungan, kadang ditanggapi kadang juga di cuekin sehingga hal tersebut cukup menguras tenaga, pikiran serta waktu saya,” ungkap pemuda yang juga pencinta budaya Dayak tersebut.

Lori juga mengungkapkan bahwa selama menjadi ketua presidium dirinya acapkali diremehkan oleh sebagian orang disekelilingnya.

“Yah saya sudah sering dapat persepsi negatif oleh orang-orang, kadang tu bukan orang jauh tapi malah orang di sekitar saya. Namun hal tersebut tidak menggugurkan niat saya untuk menjadikan PMKRI sebagai organisasi yang memiliki eksistensi di hadapan publik khususnya di bumi landak ini,” ungkapnya kepada awak media, pada Rabu 9 Juli 2024 di gedung vertenten sai cikombong Merauke, Papua Selatan.

Meskipun sudah berhasil dengan terbentuknya PMKRI di landak, Lori merasa belum puas dengan status “calon” cabang yang masih di rasa mengikat dan membatasi ruang geraknya dalam menjalankan roda perhimpunan. Mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan juga bekerja paruh waktu ini, berkeinginan menjadikan PMKRI Landak yang status awal berdirinya adalah calon cabang menjadi cabang.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Lori mengajukannya pada Kongres MPA PMKRI yang dilaksanakan di Samarinda, 22 Juni 2022 lalu. Namun sepertinya Jubata belum memuluskan jalan perjuangan lori, usulannya ditolak oleh forum dengan alasan beberapa syarat dan ketentuan organisasi dalam mendirikan cabang tidak bisa dipenuhi. Namun karena latar belakangnya yang seorang pejuang keras, pemuda satu ini tidak menyerah. Sesampainya di calon cabang landak, ia kembali mematangkan pergerakan, melengkapi apa yang belum genah serta meningkatkan eksistensi PMKRI di daerahnya.

Sampai tibanya Kongres MPA dilaksanakan kembali yang bertempat di Merauke, Papua Selatan pada 7 – 13 Juli 2024. Lori kembali datang untuk mengikuti kegiatan tersebut seperti halnya di Samarinda. Namun kali ini ia datang dengan penuh persiapan, terlihat dari raut wajahnya yang berseri-seri dan optimis saat tiba di Margasiswa PMKRI Pontianak beberapa waktu lalu menjelang keberangkatan ke Merauke.

Lebih lanjut lori mengajukan kembali calon cabang landak menjadi cabang landak. Dirinya terlihat begitu percaya diri dan bersemangat, bahkan di awal presentasinya ia mengaungkan semangat dengan meneriakkan “tariuuuu” yangmana ucapan tersebut dipakai oleh orang Dayak zaman dahulu ketika akan berperang, tidak ada sedikitpun keraguan yang terpancar dari wajahnya. Ia melangkah dengan gagah ke podium sembari mengandeng map merah yang berisikan lembar-lembar presentasi.

Pada kesempatan tersebut, lori yang cukup jago dalam hal lobi melobi ini menyampaikan beberapa point-point dari keadaan kondisi calon cabang landak sejauh ini, ia memaparkan dengan penuh ketenangan dan subtansial.

“Sejauh ini kami dari PMKRI calon cabang landak sudah berkomitmen akan membangun PMKRI sebaik mungkin. Meskipun baru, tapi kami sejauh ini tidak ada vakum. Kaderisasi berjalan dengan baik, pendidikan formal dilaksanakan, kegiatan non formal di ikuti dan di selenggarakan dengan segala keterbatasan yang ada,” ucapnya saat presentasi.

Pada kesempatan tersebut juga Ia mengungkapkan bahwa dukungan dari senior dari cabang-cabang di Kalbar sangatlah kuat agar kemudian status calon bisa menjadi cabang.

“Dukungan senior dari cabang lain di Kalbar yang berasal dari kabupaten landak sangatlah kuat serta menjadi alasan kenapa hari saya masih bertahan selain daripada kecintaan saya terhadap organisasi PMKRI. Seperti ibu Karolin misalnya, beliau selalu support kegiatan kita. Disela-sela kesibukannya dulu saat masih menjadi bupati landak, dirinya berusaha untuk memonitor kami dalam melakukan pegerakan serta juga senior-senior lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” ucapnya lantang.

Singkat cerita, setelah presentasi selesai saatnya pengambilan keputusan oleh forum yang di akomodir oleh pimpinan sidang. Rupanya kali ini Dewi Fortuna berpijak kepada Lori, putra landak. Forum setuju dengan ditetapkannya landak dari status calon cabang menjadi cabang. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang lori bersama dengan anggotanya di landak, perjuangan mereka selama dua tahun akhirnya terbayarkan sudah. Raut haru campur gembira terpampang jelas diwajahnya, entah seperti apa perasaannya saat itu namun yang jelas Lori berhasil.

Kegembiraan atas keberhasilan tersebut juga dirasakan oleh teman-teman Regio Kalbar yang turut serta menjadi delegasi MPA di Merauke. Yoyon, PHMK Demisioner Cabang Sintang mengungkapkan rasa bangga kepada calon cabang landak khususnya kepada Lori.

“dari awal saya kenal lori sebetulnya sudah yakin kalau dirinya menjadi menjadikan calon cabang menjadi cabang landak, orangnya kerja keras dan konsisten. Layak lah kalau kini perjuangannya bersama teman-teman dilandak dapat hasil sesuai harapan,” ungkap pemuda beraut wajah tampan tersebut.

Lebih lanjut, Lori tidak lupa daratan. Disampaikannya kepada awak media pada 10 Juli 2024, bahwa Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Jubata dan terimakasih sebesar-besarnya kepada PMKRI Cabang Pontianak sebagai cabang pendamping yang sudah menjadi inisiator terbentuknya PMKRI Cabang Landak.

“bersyukur saya kepada Jubata yang senantiasa memberkati setiap perjalanan hidup saya, Ia mengasihi saya dimanapun dan kapanpun. Dari hati yang paling dalam saya juga berterimakasih kepada PMKRI Cabang Pontianak serta para senior dan alumni yang sampai saat ini masih konsisten mendampingi kami sebagai cabang yang baru lahir,”ungkapnya.

Layar sudah terkembang besar, perahu siap berlayar mengarungi luasnya samudra dalam kehidupan berorganisasi. Di bumi cendrawasih, tanah Alimha matahari terbit ujung timur Indonesia, Merauke. Enggang Borneo sudah berkicau.

Penulis : YN