Jajaran Polres Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah kini menyelidiki penyebab speedboat yang terbalik di pedalaman Sungai Barito kawasan Desa Buntok Baru dan Desa Butong Kecamatan Teweh Tengah yang mengakibatkan dua penumpang hilang. <p style="text-align: justify;">"Guna mendukung penyelidikan ini kami akan meminta bantuan dinas perhubungan setempat terkait sebagai saksi ahli untuk mengetahui penyebab kecelakaan speedboat tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Pratomo Widodo di Muara Teweh, Rabu. <br /><br />Menurut Pratomo, meski polisi sudah memeriksa pengemudi speedboat jurusan Muara Teweh – Buntok Kabupaten Barito Selatan "Mujain Abdillah" yang dikemudikan Saidi dan sejumlah saksi. <br /><br />Namun polisi, kata dia, belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan speedboat bermuatan 20 orang yang terjadi pada Senin (3/1) sekitar pukul 12.30 Wib itu hingga dua penumpang bernama Adi (30) karyawan perusahaan tambang batu bara di kawasan Desa Paring Lahung Kecamatan Montallat, Barito Utara dan seorang anak perempuan Ila (8) warga Desa Pendang Kecamatan Dusun Utara,Kebupaten Barito Selatan hilang. <br /><br />"Kini kami masih menyelidiki penyebab kecelakaan speedboat di sungai tersebut," katanya. <br /><br />Kasat Reskrim menjelaskan, hingga memasuki hari ketiga hilangnya dua korban penumpang tersebut, polisi masih melakukan pencarian baik di sekitar lokasi kejadian hingga diperluas ke sejumlah desa dan kecamatan wilayah selatan. <br /><br />Kedua korban diperkirakan hanyut ke kawasan hilir terbawa arus Sungai Barito, sehingga pihaknya melibatkan Polres Kabupaten Barito Selatan guna mencari korban. <br /><br />"Saat ini pencarian selain melibatkan anggota polisi juga masyarakat dan tim SAR setempat," katanya. <br /><br />Peristiwa terbaliknya kapal cepat yang bermuatan sekitar 20 orang penumpang berawal saat speedboat "Wahyu Samudra Biru" yang dikemudikan Abdul Latif berangkat dari Muara Teweh tujuan Buntok pada pagi hari, di tengah perjalanan hydrolic mesin pendorong tidak berfungsi. <br /><br />Ketika itu penumpang sempat terlantar sekitar setengah jam karena speedboat mengalami mogok, kemudian pengelola speedboat meminta armada baru sebagai pengganti kapal cepat yang tidak bisa berlayar, untuk melanjutkan perjalanan. <br /><br />Setelah itu speedboat pengganti "Mujain Abdillah" yang dikemudikan Saidi tiba di lokasi kejadian, namun naas menimpa speedboat kedua ini. <br /><br />Baru sekitar lima menit mengangkut penumpang, tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya speedboat berbadan panjang itu terbalik hingga menyebabkan puluhan penumpang di dalamnya kalang kabut dan terlempar ke air. <br /><br />Ketika itu seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian Sungai Barito, namun dua orang tidak diketemukan sedangkan 18 penumpang lainnya berhasil selamat. <br /><br />"Informasi yang saya terima penyebab kecelakaan diduga akibat tali kemudi putus, sementara ketika itu speedboat berlayar dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan kapal cepat tersebut berputar-putar dan terbalik," kata seorang warga setempat. <strong>(das/ant)</strong></p>











