Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kasus SMS Penculikan

oleh

Kepolisian Resort Sanggau, Selasa sore, menetapkan 15 orang tersangka pembunuhan karena isu pesan layanan singkat (SMS) penculikan di Provinsi Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Suhadi Siswo wibowo, Selasa, mengatakan, ditetapkannya 15 orang tersangka itu setelah dilakukan pemeriksaan sejak Senin malam (07/03/2011). <br /><br />Polres Sanggau sebelumnya telah menahan 31 orang yang diduga pelaku pembunuhan terhadap dua pedagang kelontong, yakni Muslimin dan Bobi, asal Jawa Barat, yang tewas mengenaskan di Desa Boru Lomba, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Minggu (06/03/2011) siang. <br /><br />Dari 31 pelaku itu, akhirnya empat orang ditetapkan sebagai tersangka, yang lainnya hanya ikut-ikutan berteriak, kata Suhadi. <br /><br />Sementara untuk kasus pembunuhan dengan motif sama di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin siang (7/3) yang seorang penjual buku keliling, Susno (30) meninggal dunia, Polres Sanggau menahan 41 yang diduga pelaku, dan menetapkan 11 orang tersangka. <br /><br />"Hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kecamatan Kapuas dan Meliau sudah kondusif," kata Suhadi. <br /><br />Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Sukrawardi Dahlan menyatakan, korban naas itu, adalah empat orang pedagang buku yang sebelumnya sempat disandera penduduk setempat, dua di antaranya dapat melarikan diri. <br /><br />Dalam kejadian itu, seorang tewas dan satu lagi menderita luka cukup serius karena disiram menggunakan cuka getah di bagian mukanya yang kini sedang mendapat perawatan di rumah sakit. <br /><br />Menurut dia, satu orang yang tewas itu karena telah dianiaya menggunakan senjata tajam. <br /><br />Saat ini, tercatat empat orang menjadi korban isu SMS tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia, yakni Muslimin dan Bobi asal Jawa Barat, penjual barang kelontong yang tewas mengenaskan di Desa Boru Lomba, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Minggu (6/3) siang. <br /><br />Polres Sanggau telah mengamankan sebanyak 21 senjata tajam jenis parang panjang, satu senjata api dan satu tombak. <br /><br />Kapolda Kalbar mengimbau, masyarakat tidak melakukan tindakan yang berlebihan terkait isu melalui SMS tersebut. "SMS itu adalah berita bohong, sehingga masyarakat tidak perlu mengambil langkah-langkah berlebihan," katanya. <br /><br />Sukrawardi menjelaskan, atas kejadian itu, pihaknya kini menggeser dua pleton Brimob dan satu pleton Samapta ke Kecamatan Kapuas, karena di Kecamatan Meliau lokasi pertama sudah kondusif. <br /><br />"Mulai hari siapa saja yang ketahuan dan terlacak menyebarkan SMS provokasi itu akan kami proses hukum, meskipun ia mengakui mendapat SMS tersebut lalu mengirimkannya lagi," ujarnya. <br /><br />Kabid Humas Polda Kalbar menjelaskan kronologis pembunuhan di Kecamatan Meliau, yakni Muslimin dan Bobi, asal Jawa Barat, namun mempunyai kerabat di Pontianak. Menurut Suhadi, keduanya sebenarnya sudah kerap berjualan di kawasan itu. <br /><br />"Mereka biasa menawarkan barang dagangan berupa peralatan rumah tangga seperti blender, kipas angin," kata Suhadi. <br /><br />Sebelum kejadian, katanya, keduanya menumpang untuk beristirahat di kediaman salah seorang warga desa, Wid. <br /><br />Informasi yang dihimpun, keduanya mengaku sakit sehingga pemilik rumah bergegas mencari bantuan ke rumah warga lainnya. <br /><br />Namun sekembali ke rumah, sudah ramai orang sehingga terjadilah peristiwa itu. Pembunuh menggunakan senjata tajam untuk menghabisi kedua korban. <strong>(phs/Ant)</strong></p>