Polres Sekadau Gelar FGD Pencegah dan Pengendalian Karhutla

oleh
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Salah Satu Hotel di Sekadau, Kamis (25/3/2021)

SEKADAU, KN – Polres Sekadau melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema optimalisasi Peran Kepala Desa dan pemangku adat guna pencegah dan pengendalian pembakaran hutan dan lahan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sekadau yang bebas dari asap tahun 2021, kegiatan bertempat di Aula salah satu Hotel di Sekadau, Kamis (25/3/2021)

Hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Bupati Sekadau, Frans Zeno, Danramil 15/ Sekadau Lasdon Simare Mare, Kapolres Sekadau K. Tri Panungko, S.I.K., M.M.,Para Kepala Desa, DAD Kabupten Sekadau dan Tamu undangan lainnya

Dalam sambutannya Plh. Bupati Sekadau, Frans Zeno mengatakan, masalah kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah nasional menjelang pergantian musim penghujan ke musim kemarau, mengingat begitu luas dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Saya berharap adanya upaya sistematis, terencana dan terpadu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” pintanya

“Oleh karena itu saya menyambut baik kegiata FGD ini sebagai salah satu upaya untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya

“Sejak 21 januari 2021 sampai saat ini hanya terdekteksi dua hostpot di wilayah Kabupaten Sekadau, saya berharap kondisi ini tidak membuat kita terlena mengingat kondisi cuaca curah hujan merata di setiap Kecamatan,” timpalnya

Frans zeno juga mengatakan, meski curah hujan sekarang merata namun kita perlu waspada dan melakukan antisipasi sejak dini untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Kondisi sekarang merupakan saat  yang tepat untuk kita melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi, penyampaian informasi dan penyadaran kepada masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan” pungkasnya.

Selanjutnya, Kapolres Sekadau, AKBP K. Tri Panungko, S.I.K juga menambahkan sesuai dengan evaluasi sampai saat ini baru ada 2 hotspot karena kondisi saat ini secara musim sudah mulai memasuki musim kemarau tetapi yang kita ketahui curah hujan masih saja turun.

“Secara waktu mungkin belum memasuki masanya tetapi kita harus waspada terhadap bencana Karhutla dengan melakukan pencegahan sejak dini,” kata K. Tri Panungko. (NV/SB