SINTANG, KN – Praktisi hukum Bapak Marwandy seorang Advokat yang juga merupakan Pengurus DPC PERADI Pontianak menunjukkan kepeduliannya terhadap infrastruktur pedesaan dengan menyumbangkan dana pribadi untuk perbaikan jalan di Desa Entogong, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang. Perbaikan jalan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat, mengingat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan ibu kota Kabupaten Sintang.
Jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang membentang sepanjang kurang lebih 38 kilometer, menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Kayan Hulu dengan pusat pemerintahan Kabupaten Sintang. Kondisinya rusak berat pada sebagian besar titik, dengan permukaan jalan berupa tanah dan kerikil yang mudah berubah menjadi lumpur saat musim hujan. Jalan ini sering tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, dan hanya sepeda motor dengan ban khusus yang mampu melintas saat kondisi ekstrem.
Warga setempat telah berkali-kali melakukan perbaikan secara manual, menggunakan peralatan seadanya dan bahan seperti batu, kayu, tanah timbun, serta menyewa alat berat. Namun, karena keterbatasan dana, perbaikan yang dilakukan bersifat sementara dan cepat rusak kembali.
Lebih lanjut pria yang juga Pengurus KADIN Provinsi Kalbar sebagai Ketua Komite Tetap Pengadaan Tanah, Pengembangan dan Penetapan Hak ini mengungkapkan bahwa meskipun dirinya bukan berasal dari wilayah tersebut, ia merasa terpanggil untuk membantu masyarakat dalam memperbaiki akses vital tersebut.
“Walaupun saya bukan masyarakat asal di sana, saya tergerak untuk membantu mereka dalam perbaikan jalan tersebut. Harapan kita, agar pemerintah dapat segera memperbaikinya secara permanen,” ujar Marwandy.
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif swadaya ini bukanlah yang pertama kali dilakukan masyarakat Desa Entogong dan sekitarnya.
“Perlu diketahui, bahwa perbaikan jalan secara swadaya ini sudah beberapa kali dilakukan oleh masyarakat setempat. Semangat gotong royong mereka luar biasa, namun tetap perlu perhatian serius dari pemerintah,” lanjutnya.
Jalan ini menjadi urat nadi utama bagi masyarakat dalam aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Dengan waktu tempuh sekitar dua atau tiga jam dari Kota Sintang, keberadaan jalan ini sangat penting untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Masyarakat berharap, bantuan yang datang dari berbagai pihak, termasuk dari praktisi seperti Marwandy, dapat menjadi sorotan dan pemicu agar pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dan berkelanjutan












