Praktisi Pendidikan Perlu Di Dorong Pahami "Public Relation"

oleh

Praktisi pendidikan perlu didorong memahami "public relations" atau dunia kehumasan dengan baik, agar mampu menyosialisasikan setiap informasi dan mengomunikasikan perkembangan di sekolah ke masyarakat, kata Direktur Perguruan Birrul Waalidain, Memed Jalaluddin. <p style="text-align: justify;">Praktisi pendidikan perlu didorong memahami "public relations" atau dunia kehumasan dengan baik, agar mampu menyosialisasikan setiap informasi dan mengomunikasikan perkembangan di sekolah ke masyarakat, kata Direktur Perguruan Birrul Waalidain, Memed Jalaluddin.<br /><br />"Praktisi pendidikan perlu memahami wawasan tentang kehumasan dengan baik, agar mampu menjadi duta informasi bagi sekolah di tengah masyarakat," katanya di Bogor, Jawa Barat, Minggu.<br /><br />Ia mengemukakan, bila guru dan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan sebuah sekolah memiliki pengetahuan memadai tentang kehumasan, dampaknya sangat positif dalam upaya mendukung kelancaran kegiatan belajar dan mengajar.<br /><br />"Penguasaan kehumasan yang baik akan membantu sekolah dalam berinteraksi dengan masyarakat luas, sehingga akan memudahkan upaya sosialisasi dan penyebaran informasi program yang dikembangkan lembaga," katanya.<br /><br />Alumnus Fakultas Agama Islam UIKA Bogor tersebut menambahkan, penguasaan kehumasan sangat membantu upaya sekolah dalam membangun hubungan harmonis dengan dunia pers dan para pemangku kepentingan.<br /><br />Oleh karena itu, Perguruan Birrul Waalidain memberikan penataran "public relations" (PR) bagi guru-guru baik unit taman kanak-kanak maupun sekolah dasar (SD).<br /><br />Pelatihan PR yang dikemas dengan praktik menulis naskah "press release" dan kiat menyusun berita digelar mulai Jumat (6/5) hingga Jumat (13/5) mendatang, menghadirkan Direktur Unicomm Agency Ahmad Fahir MSi sebagai nara sumber dengan mengangkat tema "Mengemas dan Mengomunikasikan Informasi Sekolah secara Kompetitif." Pemateri lain yang dihadirkan yaitu Redaktur Harian Radar Bogor Asri Supatmiati yang membahas tema jurnalistik.<br /><br />Memed mengatakan, selain menggelar pelatihan teori dan praktik PR dan jurnalistik di sekolah, pihaknya juga akan membawa guru-guru mengunjungi dapur redaksi surat kabar harian yang terbit di Bogor.<br /><br />Sementara itu, Ahmad Fahir menambahkan, para praktisi pendidikan dituntut memiliki kecakapan yang baik di bidang kehumasan maupun jurnalistik.<br /><br />"Penguasaan PR dan jurnalistik oleh guru akan sangat membantu sebuah lembaga pendidikan dalam menjalankan misi dan programnya," katanya.<br /><br />Lebih lanjut Fahir memaparkan, proses penyerapan di tengah masyarakat, sangat dipengaruhi faktor PR dan jurnalistik.<br /><br />"PR dan jurnalistik memiliki peran penting dalam mendorong difusi tertentu kepada anggota sistem sosial) informasi di tengah masyarakat. Kelancaran dan keberlanjutan sebuah program banyak ditentukan penguasaan PR dan jurnalistik," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, pentingnya PR dan jurnalistik dalam proses difusi masyarakat, dipengaruhi pentingnya pengelolaan komunikasi dalam pengembangan sebuah gagasan. Keberhasilan dan kegagalan dalam berkomunikasi akan sangat menentukan keberhasilan sebuah program.<br /><br />"Kalau sebuah lembaga pendidikan dapat mengelola PR dengan baik dan mampu membangun hubungan harmonis dengan media massa, maka berbagai program yang dikembangkan akan mendapatkan dukungan masyarakat luas. Esensinya pesan komunikasi yang disampaikan efektif dan mengakibatkan timbal balik dari masyarakat," demikian Ahmad Fahir.(Eka/Ant)</p>