Pramono : Pemerintah Tidak Perlu Campuri Kisruh PSSI

oleh

Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai pemerintah tidak perlu terlalu mencampuri kisruh kepemimpinan di tubuh organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). <p style="text-align: justify;">Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai pemerintah tidak perlu terlalu mencampuri kisruh kepemimpinan di tubuh organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).<br /><br />"Pemerintah kan hanya bertugas sebagai pengawas, bukan sebagai pemain, namun ada kesan yang terlalu jauh dimasuki Menpora (Andi Mallarangeng, red.)," kata Pramono di Semarang, Selasa.<br /><br />Menurut dia, sikap pemerintah melalui Menpora yang terlalu jauh mencampuri urusan PSSI ini patut disesalkan, sebab seharusnya induk organisasi olahraga yang mengambil sikap.<br /><br />Ia mengatakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang seharusnya maju dan digunakan dalam mengatasi kisruh PSSI, bukan pemerintah langsung.<br /><br />"Sebagai induk organisasi olahraga, KONI dan KOI yang seharusnya mengambil sikap. Apa yang harus dilakukan untuk membuat lebih baik, harus dilakukan sebelum terlambat," katanya.<br /><br />Terkait kisruh yang terjadi di tubuh PSSI, ia menilai penanganan persoalan itu terlambat dilakukan, sebab sebenarnya bisa segera diselesaikan dengan mengecek statuta FIFA.<br /><br />"Kami tahu KONI juga sudah bertemu dengan FIFA, karena itu KONI seharusnya segera melakukan tindakan," kata Pramono.<br /><br />Melihat kisruh yang terjadi dalam kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, Sabtu (26/3) lalu, ia menilai ada kesan kongres PSSI memang tidak direncanakan dengan baik dan sunguh-sungguh.<br /><br />Ia mencontohkan banyak daerah yang mempermasalahkan undangan, karena orang-orang yang seharusnya berhak mendapatkan justru tidak mendapatkan undangan mengikuti kongres.<br /><br />Selain itu, Pramono menilai persoalan kepemimpinan di tubuh PSSI saat ini sudah menjadi ajang pertarungan kekuatan politik dan tidak murni lagi untuk kemajuan persepakbolaan Indonesia.<br /><br />"Ini memang patut disesalkan, apalagi selama ini hampir dalam semua, termasuk organisasi kemasyarakatan terjadi tarik-menarik kepentingan politik. Dalam PSSI, ini terlihat betul," katanya.<br /><br />Saat ini, kata Pramono, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam ormas agama, organisasi bisnis, hingga olahraga, kekuatan politik selalu mengambil bagian dan menyebabkan tarik-menarik kepentingan.(Eka/Ant)</p>